PHM Tanam 500 Mangrove di Balikpapan demi Jaga Ekosistem Pesisir

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 23 Juni 2026
PHM Tanam 500 Mangrove di Balikpapan demi Jaga Ekosistem Pesisir
bibit pohon mangrove jenis Rhizophora Mucronata dan Rhizophora Apiculata ditanam (FOTO: NET)

BALIKPAPAN - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memperingati puncak Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2026 dengan melakukan penanaman 500 bibit mangrove di Pantai Lamaru, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 13 Juni 2026.

Bibit jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata dipilih untuk ditanam sebagai langkah nyata dalam melindungi ekosistem pesisir serta mengoptimalkan penyerapan emisi karbon.

Langkah pemilihan mangrove ini dilakukan karena memiliki alasan kuat.

Tumbuhan pesisir ini tidak hanya efektif untuk mencegah abrasi pantai, tetapi juga punya kapasitas besar dalam menyerap karbon demi menekan dampak perubahan iklim dan menjaga kelestarian alam.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, memaparkan bahwa sektor lingkungan hidup menjadi pilar utama dalam menjalankan operasi hulu migas yang berkelanjutan.

“Peringatan HLH 2026 merupakan momentum yang penting bagi kami semua untuk kembali mengingat bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian operasional dan bisnis, tetapi juga dari bagaimana kami mampu menjalankan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan,” jelas Setyo dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Selain menggalang aksi penanaman mangrove, PHM pun melaksanakan workshop bertema transisi energi, dekarbonisasi, serta optimalisasi biomassa menjadi energi alternatif dengan mengundang ahli pengelolaan sampah dan energi terbarukan, Arief Noerhidayat.

HSSE Manager Operations PHM, RS. Kinoturangga Nitikoesoemo, menyebutkan bahwa kegiatan di Pantai Lamaru tersebut menjadi agenda penutup dari seluruh rangkaian HLH yang digelar di area kerja perusahaan.

“Semangat dan rasa tanggung jawab pekerja PHM untuk turut serta menjaga dan melestarikan lingkungan, diwujudkan melalui berbagai kegiatan lingkungan yang dilaksanakan di seluruh area operasi PHM, meliputi lomba housekeeping dan decluttering, penanaman, program edukasi melalui talkshow dan sharing session, kunjungan edukatif, serta peluncuran program pengelolaan limbah berbasis masyarakat,” ujar Kino.

Selama momen HLH 2026, PHM meluncurkan beragam program edukasi lingkungan, terobosan sistem kelola limbah, aksi tanam pohon buah dan mangrove, hingga kegiatan pemberdayaan warga di Balikpapan serta wilayah operasi lainnya.

Pada South Processing Unit (SPU), pihak perusahaan menyelenggarakan edukasi mengenai perubahan iklim bagi para peserta Program Sarjana Pesisir dari Sekolah Negeri Terapung Desa Sepatin.

Di area Central Processing Unit (CPU), dilaksanakan agenda workshop hidroponik, penanaman pohon buah, sekaligus penyaluran bantuan barang layak pakai bagi warga setempat.

Langkah serupa dijalankan di North Processing Unit (NPU) lewat aksi penanaman 300 bibit mangrove yang melibatkan warga Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana.

Sementara itu, Lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS) meresmikan Program Solusi Energi Lestari (SERASI) yang mengonversi sampah ranting dan daun menjadi pelet biomassa untuk energi alternatif.

Di Handil Central Processing Area (HCA), sebanyak 180 pekerja bersama warga Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, bersinergi dalam aksi gotong royong dan pelatihan manajemen sampah demi memupuk kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua