Dorong Energi Bersih, UMM Dapat Pengakuan dari Dewan Energi Nasional

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Jumat, 26 Juni 2026
Dorong Energi Bersih, UMM Dapat Pengakuan dari Dewan Energi Nasional
Rektor Unisma Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D (FOTO: NET)

MALANG - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperoleh pujian dari Dewan Energi Nasional (DEN) atas dedikasi institusi tersebut dalam memajukan energi baru terbarukan (EBT).

Pengakuan ini disampaikan dalam Diskusi Publik bertema “Arah Kebijakan Energi Menuju Net Zero Emission Melalui Pembangkit Energi Baru Terbarukan” yang berlangsung di Ruang Sidang Senat UMM, Kamis (25/6/2026).

Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menilai UMM merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang telah memperlihatkan keseriusan konkret dalam memajukan energi terbarukan mulai dari 2007.

“Di satu sisi, UMM sudah melakukan praktik-praktik energi baru terbarukan, yaitu dengan adanya PLTMH di kampus UMM maupun PLTS. Ini memberikan kontribusi nyata. Selain pembelajaran di ruang kelas yang sesuai dengan kurikulum, hal-hal yang berkaitan dengan praktik bidang energi baru terbarukan sudah benar-benar dilaksanakan sebagai laboratorium hidup,” tegas dari Sumbernya.

Menurut dari Sumbernya, lawatan DEN ke UMM didasari keinginan untuk memperkokoh ketahanan energi nasional di tengah merosotnya hasil produksi minyak bumi serta naiknya angka impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM).

Di sisi lain, penggunaan energi baru terbarukan di negara ini masih terbilang minim sehingga dibutuhkan peran serta banyak pihak, termasuk universitas, dalam mempercepat peralihan energi.

Pemerintah sendiri menetapkan target puncak emisi karbon pada 2035 serta pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060 melalui dekarbonisasi sebanyak 129 juta ton CO2e.

Untuk merealisasikan sasaran tersebut, bauran energi primer dari EBT dipatok mencapai 70 sampai 72 persen pada tahun 2060.

Dalam momentum itu, dari Sumbernya juga memuji beragam inovasi yang diciptakan oleh sivitas akademika UMM, salah satunya teknologi desalinasi air laut menjadi air bersih di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memakai energi matahari sebagai penyokong daya.

Menurut dari Sumbernya, temuan tersebut menjadi perwujudan konkret bagaimana riset universitas mampu memberikan dampak positif secara langsung bagi penduduk, khususnya di daerah dengan rasio elektrifikasi yang masih minim.

“Tadi dari hasil presentasi, saya lihat beberapa kegiatan sudah dilakukan oleh teman-teman di UMM. Misalnya, desalinasi air laut menjadi air tawar (air bersih) di NTT dengan memanfaatkan energi surya untuk pembangkitnya. Ini adalah wujud pengabdian dan penelitian yang bagus, yang diterapkan langsung ke masyarakat,” ungkap dari Sumbernya.

Melalui kemitraan antara pemerintah dan perguruan tinggi, UMM diharapkan senantiasa berperan dalam memajukan penelitian, inovasi, serta pengabdian masyarakat demi menyokong transisi energi hijau serta mewujudkan kedaulatan energi nasional menuju sasaran Net Zero Emission 2060.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua