Sempat Dikecam, Mobil Listrik Ferrari Malah Ludes di China
JAKARTA - Usai memperoleh beragam kecaman, Ferrari Luce EV pada akhirnya menembus pasar China.
Pilihan tersebut dinilai sangat berani, lantaran negara itu dipandang sebagai tempat yang penuh tantangan bagi para produsen kendaraan elektrik global.
Apabila tidak menemui ekspektasi, bersiaplah untuk kembali menerima celaan!
Dikutip dari Sumbernya, Minggu (28/6), Ferrari Luce EV dipasarkan dengan harga lebih miring di wilayah itu, yaitu senilai 3,98 juta yuan atau setara Rp 10,5 miliaran.
Tentu saja, roda empat tersebut memperoleh potongan harga yang tidak disangka-sangka sebesar 7 persen.
Negeri Tirai Bambu cuma memperoleh alokasi sebanyak 88 unit Luce EV dari pusatnya di Italia.
Cukup memikat, tidak lama sesudah diperkenalkan, jumlah tersebut seketika habis terjual!
Kenyataan ini memperlihatkan bahwa Ferrari sanggup bertahan di tengah persaingan yang amat ketat.
Dahulu sempat beredar kabar burung, Luce EV merupakan "uji loyalitas merek," yang memberikan peluang bagi konsumen untuk mempercepat kepemilikan versi langka dengan menebus sedan elektrik itu.
Pimpinan bagian pemasaran Ferrari secara resmi menepis isu tersebut.
Diinformasikan terdahulu, Luce EV melakoni peluncuran perdana secara global pada Mei 2026.
Roda empat itu menjadi produk elektrik perdana dari Ferrari yang dipasarkan secara massal.
Bukannya memperoleh apresiasi atau sanjungan, produk tersebut justru dibanjiri kecaman.
Cukup banyak pihak menilai tampilannya terlalu jauh menggeser ciri khas Ferrari selaku mobil sport mewah asal Italia.
Kecaman pun hadir dari mantan pimpinan Ferrari, Luca Di Montezemolo, hingga Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini. Mereka memandang, kendaraan elektrik itu kehilangan jiwa Ferrari yang selama ini melekat erat dengan performa mesin yang garang serta rupa yang penuh emosi.
Tanggapan buruk tersebut menyebabkan nilai saham Ferrari sempat merosot kurang lebih 8 persen di pasar saham Milan usai pengenalan resmi produk itu.
Beberapa pengamat menyatakan pelemahan itu disebabkan oleh 'design hate' atau ketidaksukaan khalayak terhadap rupa Luce EV.