JAKARTA - Perjalanan menuju Sabang selalu menjadi pengalaman menarik karena menghadirkan panorama laut yang menenangkan sejak awal keberangkatan. Agar perjalanan berjalan lancar, mengetahui jadwal kapal feri menjadi langkah penting sebelum berangkat.
Sabang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Aceh dengan keindahan alam yang masih alami dan udara yang sejuk. Tidak heran jika banyak wisatawan lokal maupun luar daerah menjadikan Sabang sebagai tujuan liburan favorit.
Selain wisatawan, rute penyeberangan Banda Aceh–Sabang juga menjadi jalur utama mobilitas warga setempat. Transportasi laut ini memegang peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan distribusi logistik harian.
Pada Selasa, 10 Februari 2026, layanan penyeberangan feri rute Banda Aceh–Sabang dan Sabang–Banda Aceh dijadwalkan beroperasi normal. Jadwal tersebut memberikan kepastian bagi penumpang yang ingin bepergian di hari tersebut.
Pelayaran ini dilayani oleh kapal Ro-Ro milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Armada yang dioperasikan meliputi KMP BRR dan KMP Aceh Hebat 2.
Kedua kapal tersebut melayani penumpang dan kendaraan dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menuju Pelabuhan Balohan, Sabang, serta sebaliknya. Jadwal pelayaran mengikuti jadwal reguler yang telah ditetapkan.
Petugas Pelabuhan Balohan menyebutkan arus penumpang masih terpantau stabil sepanjang hari. Namun, peningkatan jumlah penumpang biasanya terjadi pada jadwal keberangkatan pagi dan sore.
Selain mengangkut penumpang, kapal feri juga melayani distribusi logistik dan kendaraan. Hal ini turut menopang kebutuhan harian masyarakat Kota Sabang.
Jadwal Lengkap Pelayaran Banda Aceh ke Sabang
Rute Banda Aceh–Sabang dilayani langsung dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Pelabuhan Balohan. Pada Selasa, 10 Februari 2026, terdapat tiga jadwal keberangkatan yang bisa dipilih penumpang.
Keberangkatan pertama dijadwalkan pukul 08.00 WIB menggunakan KMP Aceh Hebat 2. Jadwal ini biasanya diminati penumpang yang ingin tiba lebih awal di Sabang.
Keberangkatan kedua berlangsung pukul 11.00 WIB menggunakan KMP BRR. Jadwal ini menjadi pilihan alternatif bagi penumpang yang tidak sempat berangkat pagi hari.
Keberangkatan terakhir dijadwalkan pukul 17.00 WIB menggunakan KMP BRR. Jadwal sore ini sering dimanfaatkan penumpang yang baru selesai beraktivitas di Banda Aceh.
Seluruh jadwal tersebut melayani penumpang pejalan kaki maupun kendaraan pribadi. Penumpang diimbau untuk datang lebih awal agar proses naik kapal berjalan lancar.
Kapal feri Ro-Ro memungkinkan kendaraan roda dua dan roda empat ikut diseberangkan. Hal ini memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat maupun wisatawan.
Setiap keberangkatan tetap mengikuti prosedur keselamatan dan pemeriksaan dokumen penumpang. Petugas pelabuhan juga memastikan seluruh penumpang terdata dengan baik sebelum kapal berlayar.
Dengan adanya beberapa pilihan jam keberangkatan, penumpang dapat menyesuaikan perjalanan sesuai kebutuhan masing-masing. Fleksibilitas jadwal ini menjadi salah satu keunggulan layanan penyeberangan Banda Aceh–Sabang.
Jadwal Lengkap Pelayaran Sabang ke Banda Aceh
Untuk rute sebaliknya, pelayaran dari Sabang menuju Banda Aceh juga dilayani secara reguler. Pada Selasa, 10 Februari 2026, tersedia tiga jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Balohan menuju Pelabuhan Ulee Lheue.
Keberangkatan pertama dijadwalkan pukul 08.00 WIB menggunakan KMP BRR. Jadwal ini cocok bagi penumpang yang ingin tiba lebih awal di Banda Aceh.
Keberangkatan kedua berlangsung pukul 14.00 WIB dengan armada KMP BRR. Jadwal siang ini biasanya dimanfaatkan penumpang yang beraktivitas terlebih dahulu di Sabang.
Keberangkatan terakhir dijadwalkan pukul 17.00 WIB menggunakan KMP Aceh Hebat 2. Jadwal sore ini kerap dipilih penumpang yang ingin kembali setelah menikmati suasana wisata Sabang.
Seluruh jadwal tersebut melayani penumpang umum dan kendaraan bermotor. Kapasitas kapal disesuaikan dengan kebutuhan harian dan kondisi operasional pelabuhan.
Petugas pelabuhan mengimbau penumpang agar tetap mematuhi ketentuan keselamatan selama berada di kapal. Penumpang juga diharapkan mengikuti arahan awak kapal selama proses naik dan turun.
Keberangkatan tepat waktu menjadi prioritas agar jadwal perjalanan tetap sesuai rencana. Namun, jadwal dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi cuaca dan situasi pelabuhan.
Dengan jadwal yang tersedia sejak pagi hingga sore, penumpang memiliki fleksibilitas tinggi untuk mengatur perjalanan. Hal ini mendukung mobilitas warga dan wisatawan yang keluar masuk Pulau Weh.
Tarif Penyeberangan dan Ketentuan Penumpang
Tarif penyeberangan masih mengacu pada ketentuan resmi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Penumpang dewasa dikenakan tarif Rp35.000 per orang.
Sementara itu, bayi usia 0–3 tahun dikenakan tarif Rp4.200 per orang. Tarif tersebut berlaku untuk perjalanan satu kali penyeberangan.
Untuk kendaraan bermotor, sepeda motor dikenakan tarif Rp68.000 per unit termasuk pengendara. Tarif ini memungkinkan pengendara membawa kendaraan pribadi saat menyeberang.
Mobil pribadi dikenakan tarif Rp457.000 per unit dengan kapasitas maksimal lima orang penumpang. Tarif tersebut sudah termasuk kendaraan dan penumpang di dalamnya.
Penumpang disarankan untuk menyiapkan uang atau metode pembayaran yang sesuai sebelum tiba di pelabuhan. Hal ini bertujuan agar proses transaksi berjalan lebih cepat dan tertib.
Pihak pelabuhan mengimbau calon penumpang agar tiba minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Kedatangan lebih awal membantu menghindari keterlambatan dan antrean panjang.
Selain itu, penumpang juga diharapkan memeriksa kembali jadwal sebelum berangkat. Informasi terbaru dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi operasional dan cuaca.
Kedisiplinan penumpang dalam mengikuti aturan pelabuhan turut mendukung kelancaran layanan penyeberangan. Dengan demikian, perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman bagi semua pihak.
Sabang sebagai tujuan wisata unggulan membutuhkan akses transportasi yang andal dan terjadwal. Kapal feri Banda Aceh–Sabang menjadi salah satu tulang punggung utama dalam mendukung hal tersebut.
Layanan penyeberangan ini tidak hanya melayani wisatawan, tetapi juga masyarakat lokal yang melakukan aktivitas sehari-hari. Mobilitas barang dan jasa turut terbantu melalui rute laut ini.
Dengan jadwal yang jelas dan armada yang memadai, masyarakat dapat merencanakan perjalanan lebih efektif. Hal ini turut meningkatkan kenyamanan dan efisiensi waktu bagi pengguna jasa penyeberangan.
Kehadiran KMP BRR dan KMP Aceh Hebat 2 menjadi solusi transportasi laut yang stabil bagi rute Banda Aceh–Sabang. Kedua kapal tersebut dirancang untuk mengangkut penumpang dan kendaraan secara bersamaan.
Layanan Ro-Ro memungkinkan kendaraan pribadi ikut menyeberang tanpa perlu bongkar muat tambahan. Hal ini memudahkan penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan darat setelah tiba di tujuan.
Dengan arus penumpang yang masih stabil, pihak pelabuhan tetap melakukan pengawasan rutin. Langkah ini bertujuan memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa.
Selain wisata, rute ini juga berperan penting dalam distribusi logistik. Barang kebutuhan pokok dan perlengkapan lainnya dikirim secara rutin melalui kapal feri ini.
Ketersediaan jadwal pagi, siang, dan sore memberikan fleksibilitas tinggi bagi masyarakat. Penumpang dapat menyesuaikan waktu perjalanan sesuai kebutuhan pribadi maupun pekerjaan.
Dengan memahami jadwal, tarif, dan ketentuan penyeberangan, calon penumpang dapat mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik. Perencanaan matang akan mengurangi risiko keterlambatan atau kendala di pelabuhan.
Bagi wisatawan, informasi ini membantu menentukan waktu keberangkatan terbaik menuju Sabang. Dengan begitu, waktu liburan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Bagi masyarakat lokal, kepastian jadwal menjadi faktor penting dalam aktivitas harian. Transportasi laut yang lancar turut mendukung roda ekonomi dan kehidupan sosial setempat.
Kapal feri Banda Aceh–Sabang pada Selasa, 10 Februari 2026, menjadi salah satu sarana utama mobilitas lintas pulau di wilayah Aceh. Dengan layanan yang terus berjalan normal, masyarakat dapat tetap bepergian dengan aman dan nyaman.
Perjalanan laut menuju Sabang bukan hanya soal berpindah tempat, tetapi juga pengalaman menikmati keindahan alam Aceh. Dengan jadwal yang tertata, setiap perjalanan dapat menjadi momen yang menyenangkan dan berkesan.