JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren positif pada perdagangan hari kedua pekan ini. Pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat menguat 0,32% ke level 8.423,27.
Kenaikan ini menandakan optimisme investor terhadap prospek ekonomi domestik dan sektor strategis di pasar modal. Volume perdagangan saham pagi ini mencapai 3,69 miliar dengan nilai transaksi Rp 1,74 triliun, menandakan likuiditas pasar yang cukup tinggi.
Sektor Penopang Kenaikan IHSG
Mayoritas indeks sektoral menunjukkan penguatan, terutama sektor barang baku, keuangan, teknologi, serta barang konsumen primer dan non primer. Selain itu, sektor infrastruktur, properti, dan real estate turut mendorong pergerakan indeks ke arah positif.
Penguatan sektor-sektor ini menunjukkan sentimen pasar yang didorong oleh prospek pertumbuhan korporasi dan stabilitas ekonomi jangka pendek. Investor terlihat melakukan akumulasi pada saham-saham bluechip dengan fundamental kuat.
Top Gainers dan Saham Unggulan LQ45
Di jajaran LQ45, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menjadi top gainer dengan kenaikan 3,31% ke Rp 2.500 per saham. Posisi kedua ditempati PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang naik 1,61% menjadi Rp 63 per saham, diikuti PT Barito Renewables Tbk (BREN) yang menguat 1,55% ke Rp 8.200 per saham.
Kenaikan saham-saham unggulan ini menunjukkan minat beli investor terhadap emiten dengan prospek fundamental dan kinerja operasional yang solid. Saham bluechip LQ45 kembali menjadi magnet likuiditas pagi ini.
Top Losers dan Saham yang Melemah
Di sisi lain, beberapa saham mengalami koreksi seperti PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 1,84% ke Rp 1.335 per saham. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) melemah 1,52% menjadi Rp 1.295 per saham, sedangkan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) turun 1,52% ke Rp 975 per saham.
Koreksi ini sebagian dipicu oleh aksi ambil untung investor di saham yang sebelumnya mengalami penguatan signifikan. Investor masih selektif memantau kinerja fundamental dan sentimen pasar sebelum melakukan transaksi lebih lanjut.
Sentimen Investor dan Prospek Perdagangan Hari Ini
Investor terlihat berhati-hati dengan tetap memantau indikator makroekonomi serta laporan korporasi terkini. Penguatan IHSG pagi ini diperkirakan akan berlanjut selama sentimen global stabil dan tidak ada tekanan eksternal yang signifikan.
Bagi investor ritel dan institusi, saham-saham unggulan LQ45 masih menjadi fokus untuk strategi akumulasi atau diversifikasi portofolio. Analisis teknikal dan fundamental diharapkan membantu menentukan momentum beli atau jual secara optimal.
Strategi Mengikuti Pergerakan IHSG
Investor disarankan memantau sektor strategis yang menjadi penopang IHSG seperti teknologi, konsumer, dan properti. Mengikuti top gainers dan memantau top losers dapat membantu merencanakan langkah transaksi yang lebih terukur.
Dengan pergerakan indeks yang cukup likuid, investor harus memperhatikan korelasi antar sektor dan volatilitas intraday. Strategi diversifikasi portofolio tetap menjadi kunci untuk meminimalkan risiko sekaligus memanfaatkan peluang kenaikan IHSG.
IHSG yang menguat 0,32% menunjukkan adanya optimisme pasar di awal pekan. Saham-saham LQ45 baik yang menguat maupun yang melemah tetap menjadi indikator penting bagi sentimen pasar keseluruhan.
Pergerakan IHSG hari ini memberikan peluang sekaligus peringatan bagi investor untuk tetap selektif dalam memilih saham. Pemahaman fundamental dan analisis teknikal menjadi alat penting untuk menghadapi volatilitas pasar saham yang dinamis.