Nilai Tukar Rupiah Selasa Pagi Rp16.835 Per Dolar AS: Simak Rekomendasi Analis

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:00:40 WIB
Nilai Tukar Rupiah Selasa Pagi Rp16.835 Per Dolar AS: Simak Rekomendasi Analis

JAKARTA - Laju nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terpantau mengalami tekanan pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 24 Februari 2026.

Berdasarkan data pasar spot, mata uang Garuda ditransaksikan di level Rp16.835 per Dolar AS. Posisi ini mencerminkan pelemahan dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya, seiring dengan masih kuatnya indeks Dolar AS (Greenback) di pasar global serta sikap hati-hati para pelaku pasar dalam merespons arah kebijakan moneter bank sentral dunia.

Pelemahan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, rilis data ekonomi Amerika Serikat yang tetap solid memberikan ruang bagi inflasi untuk bertahan lebih lama, yang pada gilirannya memicu ekspektasi bahwa suku bunga tinggi akan tetap dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Kondisi ini membuat aset berbasis Dolar menjadi lebih menarik di mata investor global, sehingga menyebabkan terjadinya aliran modal keluar (outflow) dari pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.

Analisis Tekanan Terhadap Rupiah Dan Respons Pasar

Pergerakan Rupiah di level Rp16.835 per Dolar AS ini menjadi perhatian serius bagi pelaku industri, terutama sektor yang bergantung pada bahan baku impor. Analis melihat bahwa meskipun Rupiah sedang berada dalam tekanan, fundamental ekonomi nasional sebenarnya masih dalam kondisi yang cukup tangguh dengan cadangan devisa yang memadai.

Beberapa pendorong utama pergerakan kurs pagi ini antara lain:

Sentimen Risk-Off: Investor cenderung beralih ke aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Permintaan Korporasi: Kenaikan permintaan Dolar AS di dalam negeri untuk kebutuhan pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen yang biasanya meningkat di kuartal pertama.

Rekomendasi Strategi Menghadapi Volatilitas Mata Uang

Merespons pergerakan Rupiah yang menembus level Rp16.835, para analis dan pakar ekonomi memberikan beberapa poin rekomendasi bagi pelaku usaha maupun investor:

Lindung Nilai (Hedging): Bagi perusahaan dengan eksposur utang atau biaya operasional dalam valuta asing, sangat disarankan untuk melakukan strategi lindung nilai guna meminimalisir risiko kerugian akibat fluktuasi kurs yang lebih dalam.

Cermati Saham Berorientasi Ekspor: Dalam kondisi Rupiah yang melemah, saham-saham di sektor komoditas dan manufaktur yang berorientasi ekspor justru berpotensi mendapatkan keuntungan selisih kurs. Analis merekomendasikan untuk mencermati saham di sektor energi dan perkebunan.

Waspadai Sektor Sensitif Kurs: Sebaliknya, investor disarankan untuk lebih berhati-hati pada saham sektor farmasi, penerbangan, dan otomotif yang memiliki komponen impor tinggi, karena pelemahan Rupiah dapat menekan margin keuntungan mereka.

Proyeksi Dan Langkah Bank Indonesia ke Depan

Pasar kini tengah menantikan langkah intervensi dari Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak bergerak terlalu liar melampaui level fundamentalnya. BI diperkirakan akan tetap berada di pasar melalui "Triple Intervention"—baik di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun pasar sekunder surat berharga negara (SBN).

Intervensi ini krusial untuk memastikan inflasi barang impor (imported inflation) tidak meningkat, yang dapat mengganggu daya beli masyarakat. Para analis memprediksi bahwa sepanjang hari ini, Rupiah masih akan bergerak fluktuatif namun terbatas di kisaran Rp16.800 hingga Rp16.870 per Dolar AS, bergantung pada rilis data ekonomi regional yang akan keluar siang nanti.

Harapan Stabilitas Di Tengah Gejolak Global

Meskipun dibuka melemah di angka Rp16.835, prospek Rupiah diharapkan dapat membaik jika data inflasi domestik yang akan rilis dalam waktu dekat menunjukkan tren penurunan yang stabil. Sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal pemerintah menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan investor asing agar tetap bertahan di pasar keuangan dalam negeri.

Bagi masyarakat umum, kondisi ini menjadi pengingat untuk tetap bijak dalam mengelola keuangan berbasis valas dan terus mendukung produk-produk dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap barang impor yang harganya berpotensi naik akibat pelemahan nilai tukar ini.

Terkini

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Februari 2026 Naik Rp40000

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:29 WIB

Harga Emas Pegadaian 24 Februari 2026 Naik UBS Tembus 3078

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:28 WIB

Harga Perak Antam Hari Ini Naik Ke Rp54.950 Per Gram

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:26 WIB

Rekomendasi Saham Hari Ini Saat IHSG Dibuka Menguat Pagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:25 WIB