JAKARTA - Di tengah dominasi mobil listrik dengan harga ratusan juta rupiah, muncul alternatif yang jauh lebih terjangkau bagi masyarakat.
Kehadiran kendaraan listrik dengan banderol di bawah Rp100 juta menjadi angin segar, terutama bagi konsumen yang ingin beralih ke teknologi ramah lingkungan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Inovasi ini juga menunjukkan bahwa industri otomotif lokal mulai berani bersaing di segmen harga rendah.
Selama ini, mobil listrik yang beredar di pasar Indonesia umumnya masih berada di kisaran Rp200 jutaan. Namun, bukan berarti tidak ada produsen yang mampu menghadirkan opsi lebih murah. Bahkan, salah satu pemain lokal menawarkan kendaraan listrik dengan harga mulai dari Rp60 jutaan, membuka peluang baru bagi adopsi kendaraan listrik secara lebih luas.
Haka Motors hadir dengan mobil listrik super terjangkau
Nama Haka Motors menjadi sorotan karena berhasil menghadirkan mobil listrik dengan harga yang sangat kompetitif. Perusahaan ini mengembangkan sendiri kendaraan listrik murah yang ditujukan untuk kebutuhan masyarakat Indonesia, baik untuk mobilitas pribadi maupun keperluan logistik.
Yap, Sobat Medcom tidak salah baca, lantaran Haka Motors membuat sendiri mobil listrik murah tersebut. Bagi yang belum tahu siapa dan bagaimana mereka membuat mobil listrik, awalnya mereka jadi pemasok atau distributor Maxus dan Force Bus.
Pengalaman sebagai distributor kendaraan memberikan bekal bagi Haka Motors untuk memahami kebutuhan pasar. Tidak hanya itu, mereka juga tergabung dalam jaringan dealer salah satu merek otomotif besar asal Tiongkok, yaitu BYD.
Komponen lokal jadi keunggulan produksi kendaraan listrik
Menurut klaim dari perusahaan ini, kendaraan yang mereka produksi telah menggunakan sekitar 65 persen komponen lokal. Komponen tersebut meliputi bodi, rangka, suspensi hingga interior kendaraan. Hal ini menjadi nilai tambah karena mendukung pengembangan industri otomotif dalam negeri.
Sementara itu, beberapa komponen penting seperti baterai, charger, motor elektrik hingga axle penggerak masih diimpor. Kombinasi antara komponen lokal dan impor ini menjadi strategi untuk menjaga harga tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.
Pendekatan ini juga menunjukkan upaya untuk meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri secara bertahap. Dengan semakin banyaknya komponen lokal yang digunakan, diharapkan biaya produksi dapat ditekan lebih jauh di masa mendatang.
Fokus pada mobilitas perkotaan dan kebutuhan logistik ringan
Haka Motors merupakan inisiatif kendaraan listrik lokal dari Halim Kalla yang menargetkan segmen harga Rp60 juta hingga Rp150 juta. Produk yang dikembangkan mencakup berbagai jenis kendaraan, mulai dari roda tiga hingga city car dan kendaraan niaga ringan.
Fokus utama dari kendaraan ini adalah penggunaan di dalam kota serta kebutuhan logistik jarak pendek. Desainnya disesuaikan dengan kondisi jalan perkotaan serta kebutuhan operasional yang praktis dan efisien.
Produksi massal kendaraan ini diproyeksikan mulai berjalan pada periode 2024 hingga 2025. Dengan target tersebut, Haka Motors berharap dapat mempercepat penetrasi kendaraan listrik di pasar domestik.
Dua model utama Trolis dan Erolis jadi andalan
Saat ini, terdapat dua tipe utama mobil listrik murah yang diproduksi, yaitu Trolis dan Erolis. Kedua model ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda namun tetap mengedepankan efisiensi biaya.
Trolis merupakan kendaraan roda tiga yang ditujukan untuk keperluan logistik. Kendaraan ini dibekali baterai berkapasitas 7,6 kWh dengan jarak tempuh hingga 150 km. Harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp55 juta hingga Rp60 juta, menjadikannya salah satu kendaraan listrik termurah di Indonesia.
Sementara itu, Erolis hadir sebagai mobil penumpang berjenis city car dengan desain kompak. Kendaraan ini menggunakan baterai dengan kapasitas yang sama, yakni 7,6 kWh, dengan kecepatan maksimal sekitar 60 km per jam dan jarak tempuh hingga 150 km.
Harga terjangkau buka peluang adopsi kendaraan listrik lebih luas
Harga Erolis berada di kisaran Rp85 juta hingga Rp95 juta, menjadikannya pilihan menarik bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan listrik untuk penggunaan sehari-hari. Dengan spesifikasi tersebut, mobil ini cocok digunakan di lingkungan perkotaan dengan mobilitas yang tidak terlalu tinggi.
Kehadiran kendaraan listrik dengan harga sangat terjangkau ini membuka peluang besar bagi peningkatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Masyarakat yang sebelumnya ragu karena harga tinggi kini memiliki alternatif yang lebih realistis.
Selain itu, inovasi dari produsen lokal seperti Haka Motors juga menunjukkan bahwa industri otomotif nasional memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan dukungan teknologi dan kebijakan yang tepat, kendaraan listrik murah dapat menjadi solusi transportasi masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.