Lonjakan Penumpang Kereta Api Sumut Saat Libur Paskah Disertai Edukasi Keselamatan

Senin, 06 April 2026 | 14:55:02 WIB
Lonjakan Penumpang Kereta Api Sumut Saat Libur Paskah Disertai Edukasi Keselamatan

JAKARTA - Momentum libur panjang kerap menjadi periode yang mendorong peningkatan mobilitas masyarakat, termasuk dalam penggunaan transportasi kereta api. 

Di Sumatera Utara, tren tersebut kembali terlihat saat perayaan Paskah 2026, ketika ribuan penumpang memanfaatkan layanan kereta api untuk bepergian antar kota. Tingginya angka perjalanan ini sekaligus menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel.

Selain menjadi sarana mobilitas, kereta api juga dinilai mampu memberikan kenyamanan serta kepastian waktu tempuh. Hal ini menjadikannya pilihan utama bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan secara efisien. Di tengah peningkatan jumlah penumpang, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian penting bagi operator layanan.

Lonjakan penumpang selama periode libur panjang Paskah

PT Kereta Api Indonesia Persero Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 7.271 pelanggan berangkat menggunakan kereta api pada Minggu 5 April 2026 yang bertepatan dengan Hari Paskah. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam menggunakan layanan transportasi tersebut pada puncak liburan.

Secara kumulatif, selama periode 3 hingga 5 April 2026, total volume pelanggan yang dilayani mencapai 23.350 orang. Jumlah ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tetap terjaga sepanjang libur panjang. Peningkatan tersebut juga menjadi indikator bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama dalam perjalanan antarkota.

Kereta api tetap jadi pilihan utama masyarakat

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan mobilitas masyarakat menggunakan kereta api tetap terjaga selama periode libur panjang. Pernyataan ini menegaskan posisi kereta api sebagai moda transportasi yang diminati berbagai kalangan.

“Kereta api masih menjadi pilihan masyarakat untuk perjalanan antarkota karena menawarkan kenyamanan serta waktu tempuh yang lebih terukur,” ujar Anwar.

Faktor kenyamanan dan ketepatan waktu menjadi alasan utama masyarakat memilih kereta api. Selain itu, kemudahan akses serta harga yang relatif terjangkau juga turut mendukung tingginya minat penumpang selama periode liburan.

Edukasi keselamatan digelar di perlintasan sebidang Medan

Pada Minggu 5 April 2026 yang merupakan puncak perayaan Paskah, PT Kereta Api Indonesia Persero Divisi Regional I Sumatera Utara menggelar sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Kegiatan ini melibatkan komunitas pecinta kereta api Divre I Railfans atau DR1RF.

Edukasi tersebut dilaksanakan di perlintasan sebidang JPL 02–03 Jalan Pandi, Kota Medan. Melalui kegiatan ini, KAI berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan saat melintasi jalur kereta api.

Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan menyampaikan imbauan secara langsung kepada pengguna jalan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi aturan di perlintasan sebidang.

Pentingnya kepatuhan terhadap aturan perlintasan kereta api

Dalam kegiatan tersebut, KAI mengingatkan masyarakat mengenai aturan yang berlaku di perlintasan sebidang. Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Penyampaian aturan ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan yang kerap terjadi di perlintasan. Dengan memahami dan mematuhi ketentuan yang ada, diharapkan pengguna jalan dapat lebih berhati-hati saat melintasi rel kereta api.

Menurut Anwar, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di perlintasan sebidang. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Keselamatan menjadi tanggung jawab bersama masyarakat dan operator

“Keselamatan di perlintasan menjadi tanggung jawab bersama. KAI Divre I Sumatera Utara mengajak seluruh pengguna jalan untuk tertib saat melalui perlintasan sebidang dengan mendahulukan perjalanan kereta api serta mematuhi rambu yang ada,” tutup Anwar.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara operator dan masyarakat dalam menjaga keselamatan. Tidak hanya bergantung pada fasilitas yang disediakan, tetapi juga pada kesadaran individu dalam mematuhi aturan yang berlaku.

Dengan meningkatnya jumlah penumpang selama libur Paskah, upaya edukasi seperti ini menjadi semakin relevan. Diharapkan, kesadaran masyarakat akan keselamatan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penggunaan transportasi kereta api.

Ke depan, kombinasi antara layanan yang nyaman dan edukasi keselamatan yang berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan efisien. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung mobilitas yang semakin tinggi di berbagai daerah.

Terkini