Transformasi Digital Transportasi Dorong Pertumbuhan Wisata Kuliner Indonesia Secara Berkelanjutan Nasional

Senin, 06 April 2026 | 14:55:03 WIB
Transformasi Digital Transportasi Dorong Pertumbuhan Wisata Kuliner Indonesia Secara Berkelanjutan Nasional

JAKARTA - Perkembangan teknologi digital kini tidak hanya mengubah cara masyarakat bepergian, tetapi juga memengaruhi pola konsumsi wisata, termasuk dalam sektor kuliner. 

Integrasi antara transportasi dan teknologi menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih efisien dan menyenangkan. Dalam konteks ini, wisata kuliner semakin mendapat dorongan melalui kemudahan akses dan informasi yang semakin terbuka.

Wisata kuliner memiliki peran strategis dalam mendorong perekonomian masyarakat, karena menjadi bagian penting dari sektor ekonomi kreatif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, sektor ekonomi kreatif mampu menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja atau 18,7% dari total tenaga kerja nasional. Angka ini menunjukkan kontribusi besar sektor tersebut terhadap perekonomian nasional.

Peran besar subsektor kuliner dalam ekonomi kreatif nasional

Dalam sektor tersebut, subsektor kuliner menjadi salah satu kontributor terbesar. Pengembangan wisata kuliner secara langsung mendorong pertumbuhan usaha kecil, mulai dari warung makan, pedagang kaki lima, hingga restoran lokal. Aktivitas ini meningkatkan perputaran ekonomi di daerah wisata sekaligus memperkuat pendapatan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pemasok bahan baku lokal.

Selain meningkatkan pendapatan, wisata kuliner juga berperan dalam membuka lapangan kerja baru. Data BPS menunjukkan adanya peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif dari 26,48 juta orang (18,3%) pada tahun 2024 menjadi 27,4 juta orang (18,7%) pada tahun 2025. Kenaikan ini memperlihatkan peran signifikan subsektor kuliner dalam menyerap tenaga kerja.

Peningkatan ini menegaskan bahwa subsektor kuliner memiliki kapasitas besar dalam menyerap tenaga kerja serta mendorong pembangunan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan. Dengan dukungan yang tepat, sektor ini dapat terus berkembang dan menjadi tulang punggung ekonomi kreatif nasional.

Digitalisasi transportasi memperkuat pengalaman wisata kuliner

Salah satu faktor penting dalam pengembangan wisata kuliner adalah digitalisasi di sektor transportasi. Di negara-negara yang tergabung dalam Organisation for Economic Co-operation and Development, transformasi digital terbukti mampu meningkatkan pengalaman wisata secara keseluruhan.

Laporan Tourism Trends and Policies (2020) menjelaskan bahwa integrasi teknologi digital seperti pemesanan transportasi daring, sistem berbasis data, dan otomatisasi memungkinkan wisatawan merencanakan perjalanan secara lebih efisien. Hal ini memberikan kemudahan dalam menentukan rute sekaligus memilih destinasi kuliner.

Wisatawan dapat menentukan rute perjalanan sekaligus memilih destinasi kuliner hanya dalam beberapa langkah, sehingga pengalaman perjalanan menjadi lebih terintegrasi dan nyaman. Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman wisata secara menyeluruh.

Aplikasi Travoy hadirkan integrasi mobilitas dan informasi kuliner

Di Indonesia, transformasi ini mulai terlihat melalui peluncuran aplikasi Travoy oleh Jasa Marga pada 10 Januari 2026. Aplikasi ini menghadirkan berbagai fitur yang mendukung mobilitas pengguna, termasuk informasi rest area yang memuat lokasi, fasilitas, hingga tenant kuliner di sepanjang jalan tol.

Keberadaan fitur ini secara langsung meningkatkan visibilitas pelaku usaha kuliner di rest area serta mempermudah wisatawan dalam menemukan pilihan makanan selama perjalanan. Dengan akses informasi yang lebih lengkap, pengguna dapat merencanakan perjalanan dengan lebih matang.

Travoy pada dasarnya berfungsi sebagai platform digital yang mengintegrasikan mobilitas dan informasi perjalanan, sehingga mendorong distribusi wisatawan ke berbagai titik kuliner di jaringan tol. Hal ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Inovasi teknologi dorong pengalaman wisata lebih personal

Untuk semakin memperkuat peran tersebut, Travoy perlu mengembangkan fitur berbasis integrasi ekosistem digital dan analitik mobilitas. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah sistem rekomendasi kuliner berbasis kecerdasan buatan atau AI driven recommendation system.

Sistem ini dapat memanfaatkan data perjalanan pengguna seperti asal, tujuan, dan waktu tempuh untuk memberikan rekomendasi kuliner yang relevan. Dengan pendekatan ini, pengalaman wisata menjadi lebih personal dan sesuai dengan preferensi masing-masing pengguna.

Selain itu, fitur dynamic routing with culinary stop optimization memungkinkan pengguna memilih rute yang tidak hanya tercepat, tetapi juga melewati destinasi kuliner unggulan. Konsep ini sejalan dengan pendekatan Mobility as a Service yang telah diterapkan di berbagai negara maju.

Peluang besar penuatan ekosistem wisata kuliner berbasis digital

Pengembangan teknologi lain seperti augmented reality untuk pratinjau menu serta sistem ulasan terverifikasi berbasis perjalanan juga dapat meningkatkan kepercayaan dan pengalaman pengguna. Inovasi ini memberikan nilai tambah bagi wisatawan sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha kuliner.

Transformasi digital transportasi membuka peluang besar bagi penguatan wisata kuliner di Indonesia. Dengan integrasi teknologi yang tepat, platform seperti Travoy tidak hanya menjadi alat navigasi, tetapi juga dapat berkembang menjadi ekosistem digital yang menghubungkan mobilitas dan pengalaman kuliner.

Ke depan, inovasi ini diharapkan mampu mendorong distribusi wisatawan secara lebih merata, meningkatkan omzet pelaku usaha kuliner, serta memperkuat ekosistem ekonomi digital berbasis perjalanan di Indonesia. Dengan sinergi antara teknologi dan sektor kuliner, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan semakin memungkinkan untuk diwujudkan.

Terkini