DCII Resmikan Data Center Surabaya 9 MW Dorong Ekosistem Digital Timur

Selasa, 07 April 2026 | 11:05:33 WIB
DCII Resmikan Data Center Surabaya 9 MW Dorong Ekosistem Digital Timur

JAKARTA - Upaya pemerataan infrastruktur digital nasional terus diperkuat dengan hadirnya pusat data baru di luar Jakarta. 

PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) meresmikan fasilitas data center di Surabaya sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan layanan sekaligus menjawab kebutuhan pertumbuhan ekosistem digital di kawasan Indonesia Timur yang semakin pesat.

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri pusat data di Indonesia, terutama dalam mengurangi ketimpangan infrastruktur yang selama ini masih terpusat di wilayah barat. Dengan hadirnya fasilitas baru ini, DCII berharap dapat membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha di daerah untuk mengakses layanan digital berstandar global.

Peresmian Data Center Perkuat Ekspansi Nasional

Emiten data center PT DCI Indonesia Tbk (DCII) meresmikan E2 Data Center Surabaya sebagai langkah strategis perseroan dalam menghadirkan infrastruktur pusat data berstandar global di kawasan Indonesia Timur. Founder sekaligus CEO DCII, Toto Sugiri, menyampaikan infrastruktur pusat data yang dikelola pihaknya telah beroperasi sepenuhnya dengan tingkat keandalan tertinggi.

Fasilitas ini memiliki Service Level Agreement (SLA) sebesar 99,999% atau maksimal 5 menit downtime per tahun sejak 2013 tanpa rekam jejak downtime. Standar ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan bagi pelanggan.

"Kami percaya bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperluas kehadiran infrastruktur pusat data berstandar global di luar Jakarta, sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan kapasitas pusat data nasional yang selama ini masih terkonsentrasi di Jakarta," kata Toto, Senin.

Kapasitas 9 MW Jadi Fondasi Pengembangan

Dia mengungkapkan fasilitas pusat data terbaru milik perseroan tersebut mempunyai kapasitas IT sebesar 9 megawatt (MW). Walau angka tersebut terbilang kecil bila dikomparasi dengan hyperscale bertingkat internasional, E2 Surabaya merupakan pijakan penting dari komitmen jangka panjang DCII.

Kehadiran fasilitas ini tidak hanya sekadar menambah kapasitas, tetapi juga memperkuat fondasi infrastruktur digital Indonesia. Dengan kapasitas tersebut, perusahaan dapat mulai menjangkau kebutuhan pelanggan di wilayah timur secara lebih optimal.

"Kehadiran fasilitas ini memperkuat distribusi infrastruktur pusat data nasional, menyiapkan skalabilitas untuk kebutuhan AI workloads yang haus daya atau high-density sekaligus menyediakan redundansi terhadap Jakarta, sehingga memungkinkan untuk meminimalkan risiko melalui diversifikasi geografis atau geo-resilience, dan distribusi lalu lintas data berlatensi rendah," bebernya.

Pengerjaan Cepat Libatkan Tenaga Lokal

Adapun proyek tersebut dapat rampung hanya dalam waktu kurang dari 12 bulan, dengan lebih dari satu juta jam kerja tanpa insiden. Proses pembangunan ini menjadi bukti bahwa proyek infrastruktur berskala besar dapat diselesaikan secara efisien dengan standar keselamatan tinggi.

Seluruhnya dikerjakan dengan melibatkan industri dan tenaga kerja lokal. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan pusat data tidak hanya berdampak pada sektor teknologi, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap perekonomian daerah.

Keterlibatan sumber daya lokal juga memperkuat ekosistem industri nasional, sekaligus membuka peluang peningkatan kompetensi tenaga kerja di bidang teknologi informasi dan infrastruktur digital.

Dorong Ekosistem Digital Indonesia Timur

"Seiring dengan ekosistem digital di kawasan Indonesia Timur yang tengah mengalami perkembangan, perseroan melihat pentingnya menghadirkan kapasitas dan kualitas layanan sejak dini sebagai fondasi untuk mendukung pertumbuhan tersebut ke depan," tegas Toto.

Namun, ambisi tersebut tak lepas dari satu faktor krusial, yakni energi. Pengembangan pusat data dalam skala besar membutuhkan pasokan listrik yang stabil serta masif untuk menjaga operasional tetap berjalan optimal.

Toto menegaskan pengembangan pusat data selanjutnya akan diprioritaskan di wilayah pinggiran kawasan industri, yang memiliki potensi suplai energi lebih besar. Strategi ini penting untuk memastikan keberlanjutan operasional di masa depan.

" Dengan beroperasinya E2, pusat data kami kini tersebar di Jakarta, Cibitung, Karawang, dan Surabaya. Seluruh fasilitas ini berperan dalam mendorong pemerataan infrastruktur digital, memperkuat ekosistem teknologi lokal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional," ucapnya.

Dukungan Pemerintah Percepat Transformasi Digital

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyebut kehadiran fasilitas pusat data berstandar global tersebut sebagai momentum penting bagi percepatan transformasi digital di daerah.

“Dengan data center, pelaku usaha tidak perlu lagi investasi mahal untuk infrastruktur IT. Mereka bisa langsung memanfaatkan komputasi awan, machine learning, hingga AI secara efisien,” ujar Emil.

Dia menyebut Provinsi Jawa Timur yang bertumpu pada sektor perdagangan, manufaktur, hingga jasa, membutuhkan akselerasi digital agar dapat bertahan hingga bersaing di tingkat nasional, regional, maupun internasional.

"Kehadiran E2 Surabaya diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem teknologi di Jawa Timur dan Indonesia bagian timur," pungkasnya.

Terkini