JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik menunjukkan dinamika menarik di tengah perubahan sentimen global yang mulai mereda.
Indeks harga saham gabungan atau IHSG mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan sebelumnya, didorong oleh kondisi eksternal yang lebih kondusif. Perkembangan ini menjadi perhatian pelaku pasar yang terus mencermati arah pergerakan indeks ke depan.
Pada penutupan perdagangan Rabu, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 4,42% atau 308,18 poin ke level 7.279,21. Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor setelah muncul kabar meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya sempat menekan pasar.
Sentimen Global Dorong Penguatan IHSG
Mengacu pada data IDX Mobile, sebanyak 652 saham berhasil ditutup menguat, sementara 108 saham melemah dan 198 saham stagnan. Kondisi ini menunjukkan dominasi sentimen positif di pasar saham. Penguatan indeks komposit juga tidak terlepas dari peran saham-saham berkapitalisasi besar yang mayoritas berada di zona hijau.
Sejumlah saham unggulan mencatatkan kenaikan signifikan, di antaranya saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 3,85% ke Rp6.750. Selain itu, saham PT Barito Renewables Energi Tbk. (BREN) menguat 7,53% ke Rp5.000, serta saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang naik 3,41% ke Rp3.340.
Tidak hanya itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) juga mencatat kenaikan 7,18% ke Rp4.480. Bahkan, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) melesat tajam hingga 13,45% ke Rp5.525, menjadi salah satu pendorong utama penguatan indeks.
Peran Gencatan Senjata AS Iran Terhadap Pasar
Tim riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa sentimen utama yang menopang laju IHSG berasal dari persetujuan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dalam dua minggu mendatang. Kondisi ini turut memberikan dampak pada stabilitas harga komoditas global, khususnya minyak.
Penurunan harga minyak yang kembali berada di bawah US$100 per barel menjadi faktor tambahan yang memperkuat sentimen positif di pasar. Situasi ini dinilai mampu meredakan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi global.
"Dengan diperpanjangnya batas waktu dari AS bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz, diperkirakan berpotensi mendorong rebound IHSG dalam jangka pendek," tulis Phintraco Sekuritas, Rabu.
Analisis Teknikal Tunjukkan Sinyal Positif
Dari sisi teknikal, IHSG yang sempat menguat 3,39% pada sesi I perdagangan memberikan sinyal penguatan lanjutan. Indeks berhasil menembus resistance psikologis di level 7.100, yang sebelumnya menjadi batas penting pergerakan pasar.
Indikator MACD mulai membentuk histogram positif, sementara stochastic RSI juga menunjukkan tren kenaikan. Kombinasi ini memperkuat indikasi bahwa IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.
Penguatan yang terjadi dinilai sejalan dengan proyeksi Phintraco Sekuritas yang sebelumnya memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 7.200. Hal ini menunjukkan keselarasan antara analisis teknikal dan kondisi fundamental yang berkembang saat ini.
Sentimen Domestik Masih Jadi Perhatian
Meski didorong sentimen global positif, faktor domestik tetap menjadi perhatian utama investor. Salah satu yang disoroti adalah kondisi fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Phintraco Sekuritas mencatat bahwa defisit APBN 2026 telah mencapai 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I/2026. Angka ini dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap pasar keuangan domestik.
"Kenaikan defisit meningkatkan risiko outflow investor asing, terutama dari SBN. Sehingga berpotensi akan meningkatkan yield obligasi yang juga dapat menekan saham-saham di sektor keuangan," tulis Phintraco Sekuritas.
Kondisi ini menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi arus modal asing serta kinerja sektor tertentu di pasar saham, khususnya sektor perbankan dan keuangan.
Pergerakan IHSG Hari Ini Masih Fluktuatif
Memasuki perdagangan Kamis, IHSG menunjukkan pergerakan yang cenderung fluktuatif. Pada pembukaan perdagangan pagi, indeks sempat melemah.
Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG tercatat turun 0,82% ke level 7.217,50 pada pukul 09.17 WIB. Saat itu, sebanyak 222 saham menguat, 315 saham melemah, dan 179 saham stagnan.
Memasuki sesi I siang hari, tekanan masih terlihat meski tidak terlalu dalam. IHSG tercatat melemah 0,15% atau 11,17 poin ke level 7.268,03. Jumlah saham yang menguat mencapai 275, sementara 360 saham melemah dan 173 saham stagnan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.