Pemerintah Dorong Transportasi Publik Dan Efisiensi Energi Hadapi Ancaman Global

Kamis, 09 April 2026 | 15:25:08 WIB
Pemerintah Dorong Transportasi Publik Dan Efisiensi Energi Hadapi Ancaman Global

JAKARTA - Upaya pemerintah dalam menghadapi tantangan energi global kini semakin terarah melalui pembenahan sektor transportasi. 

Di tengah meningkatnya tekanan geopolitik dunia, langkah perbaikan transportasi publik menjadi salah satu strategi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Tidak hanya itu, perubahan perilaku masyarakat juga mulai didorong agar beralih ke pola mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pemerintah berkomitmen mempercepat perbaikan transportasi publik, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat, termasuk pejabat. Hal ini sebagai respons terhadap ancaman krisis energi global akibat gejolak geopolitik.

“Kita berharap kita semua mulai perlahan-lahan memperbaiki transportasi publik kita sehingga diharapkan mulai bergeser untuk menggunakan transportasi massal,” kata Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Dorongan Perubahan Perilaku Penggunaan Transportasi

Selaras dengan itu, lanjut Prasetyo, pemerintah berupaya mengurangi penggunaan kendaraan dinas di kalangan pejabat sebagai bagian dari langkah efisiensi energi. Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa perubahan tidak hanya ditujukan kepada masyarakat umum, tetapi juga dimulai dari lingkungan pemerintahan.

“Jadi yang masih berbahan fosil kita coba efisienkan, kita kurangi penggunaan kendaraan-kendaraan yang berbasis fosil dan pemerintah memulai untuk mengurangi penggunaan kendaraan dinas,” kata Pras.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan contoh nyata bagi masyarakat untuk mulai beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi.

Tantangan Ketergantungan Energi Fosil

Energi fosil, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam, masih menjadi sumber utama bahan bakar kendaraan, termasuk bensin, solar, dan avtur. Ketergantungan ini menjadi tantangan besar di tengah kondisi global yang tidak menentu.

Meningkatnya ketergantungan global, keterbatasan cadangan, serta gangguan distribusi akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mendorong perlunya percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia.

Situasi ini menuntut langkah strategis agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada sumber energi konvensional yang rentan terhadap fluktuasi global.

Pengembangan Kendaraan Listrik Jadi Solusi

Karena itu, saat ini pemerintah mendorong pengembangan kendaraan berbasis listrik sebagai bagian dari transisi energi. Hari ini, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan pabrik mobil listrik di Magelang, Jawa Tengah.

Langkah ini menjadi salah satu upaya konkret dalam mempercepat penggunaan energi baru terbarukan. Pengembangan kendaraan listrik dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Selain itu, kehadiran industri kendaraan listrik di dalam negeri juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan ekosistem energi bersih.

Transformasi Budaya Kerja Dan Penghematan Energi

“Kita memang harus bekerja keras untuk sesegera mungkin mengubah budaya kita, mengubah cara bekerja kita dengan kemudian kita mesti beralih ke energi berbasis fosil menjadi energi-energi baru terbarukan atau EBT yang salah satunya adalah berbasis listrik,” kata Prasetyo.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga telah mengeluarkan kebijakan Transformasi Budaya Kerja Nasional. Kebijakan ini mencakup berbagai langkah untuk mendukung efisiensi energi.

Di antaranya adalah penerapan Work From Home bagi aparatur sipil negara, imbauan penghematan listrik dan energi sehari hari, serta dorongan penggunaan transportasi publik.

Langkah ini menunjukkan bahwa upaya efisiensi energi tidak hanya terbatas pada sektor transportasi, tetapi juga mencakup perubahan pola kerja dan gaya hidup masyarakat.

Arah Kebijakan Menuju Energi Berkelanjutan

Secara keseluruhan, kebijakan yang diambil pemerintah mencerminkan arah pembangunan yang lebih berkelanjutan. Perbaikan transportasi publik dan pengurangan penggunaan energi fosil menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang.

Dengan kombinasi antara kebijakan struktural dan perubahan perilaku, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi tantangan energi di masa depan.

Melalui langkah langkah ini, pemerintah berupaya menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu mendukung ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

Terkini