JAKARTA - GAC membawa teknologi battery swap ke Indonesia untuk mengatasi kendala durasi pengisian daya serta mempercepat pertumbuhan infrastruktur kendaraan listrik.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan otomotif asal China tersebut dalam memperluas jangkauan pasar di kawasan Asia Tenggara.
Andry Ciu selaku Chief Executive Officer GAC Aion Indonesia menjelaskan bahwa adopsi sistem penukaran baterai ini akan memangkas waktu tunggu pengguna secara signifikan di stasiun pengisian.
"Kami membawa teknologi battery swap ini bukan sekadar tren, melainkan solusi nyata atas kekhawatiran masyarakat terhadap durasi pengisian daya mobil listrik yang selama ini dianggap lama," kata Andry, sebagaimana dilansir dari otomotif.kompas.com, Senin (27/4/2026).
Sistem tersebut memungkinkan penggantian baterai kosong dengan baterai yang terisi penuh hanya dalam waktu kurang dari 3 menit melalui stasiun otomatis.
Kehadiran infrastruktur pendukung ini diyakini bakal meningkatkan kepercayaan konsumen lokal untuk beralih dari kendaraan konvensional menuju transportasi ramah lingkungan.
Pihak manajemen menekankan pentingnya standarisasi baterai agar ekosistem ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pengguna jalan.
"Visi kami adalah menciptakan ekosistem yang memudahkan pengguna, sehingga pengalaman memiliki mobil listrik menjadi sama praktisnya dengan mengisi bahan bakar minyak," tutur Andry, dikutip dari otomotif.kompas.com, Senin (27/4/2026).
Rencana pengembangan stasiun penukaran baterai ini akan dimulai secara bertahap di wilayah kota besar untuk mendukung mobilitas perkotaan yang padat.
Implementasi teknologi tersebut diharapkan mampu menjadi standar baru dalam industri otomotif nasional yang sedang bertransformasi menuju elektrifikasi total.