JAKARTA – Baterai EV baru dengan kemampuan isi daya kilat menawarkan jarak tempuh fantastis setara Jogja-Bali menggunakan material nikel yang melimpah di Indonesia.
Terobosan di sektor otomotif ini diprediksi akan mengubah peta persaingan kendaraan listrik dunia berkat penggunaan material lokal.
Taufiek Bawazier selaku Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin menjelaskan bahwa pengembangan ini mengandalkan sumber daya nikel yang masif.
"Baterai EV baru ini mampu mengisi daya secara kilat dan menempuh jarak hingga 700 kilometer, atau setara perjalanan dari Jogja ke Bali," ujar Taufiek, sebagaimana dilansir dari suara.com, Senin (27/4/2026).
Pemerintah terus mendorong kolaborasi antara peneliti dan pelaku industri untuk memastikan hilirisasi nikel berjalan optimal bagi teknologi transportasi.
Taufiek menekankan bahwa keunggulan utama dari inovasi ini terletak pada kecepatan transfer energi yang jauh melampaui standar baterai saat ini di pasar global.
Pengembangan sel baterai tersebut menjadi bukti nyata bahwa ketergantungan pada bahan baku impor dapat ditekan seminimal mungkin melalui optimalisasi potensi domestik.
"Ketersediaan bahan baku yang melimpah di tanah air menjadi modal utama bagi Indonesia untuk memimpin produksi baterai EV di kancah internasional," tegas Taufiek, dikutip dari suara.com, Senin (27/4/2026).
Keberadaan komponen lokal yang dominan diharapkan mampu menekan harga jual kendaraan listrik agar lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
Para ahli optimis bahwa durasi pengisian daya yang singkat akan menghilangkan hambatan psikologis konsumen dalam beralih dari mesin pembakaran internal.