JAKARTA – Daftar negara penguasa tambang dan sumber daya alam dunia menempatkan Rusia di posisi puncak dengan nilai kekayaan yang mencapai angka fantastis.
Peta kekuatan ekonomi global sangat bergantung pada kepemilikan komoditas esensial seperti gas alam, minyak bumi, hingga logam mulia.
Studi terbaru menunjukkan bahwa Rusia mengamankan posisi pertama berkat cadangan gas alam dan kayu yang sangat masif di wilayahnya.
"Rusia memiliki cadangan sumber daya alam senilai 75 triliun dolar AS, mencakup emas, timah, hingga gas alam," tulis laporan tersebut sebagaimana dilansir dari kabar24.bisnis.com, Senin (27/4/2026).
Amerika Serikat menyusul di peringkat kedua dengan estimasi kekayaan alam mencapai 45 triliun dolar AS melalui sektor batu bara dan kayu.
Laporan tersebut merinci bahwa hampir 90 persen cadangan batu bara dunia dikuasai oleh segelintir negara yang masuk dalam daftar 10 besar ini.
"Arab Saudi berada di peringkat ketiga dengan nilai 34,4 triliun dolar AS, di mana minyak bumi menjadi pilar utama kekayaannya," mengutip data dari kabar24.bisnis.com, Senin (27/4/2026).
Kanada menempati posisi keempat dengan cadangan minyak yang besar serta cadangan uranium yang sangat signifikan di pasar internasional.
Sektor industri manufaktur yang masif mendorong China berada di urutan kelima dengan kekayaan mineral dan batu bara senilai 23 triliun dolar AS.
"Brasil memiliki kekayaan sebesar 21,8 triliun dolar AS yang didominasi oleh emas, besi, serta cadangan minyak lepas pantai," sebut laporan kabar24.bisnis.com, Senin (27/4/2026).
Australia mempertahankan posisi ketujuh sebagai eksportir utama bijih besi, emas, dan batu bara bagi kebutuhan industri di kawasan Asia.
Posisi kedelapan hingga ke-10 secara berurutan ditempati oleh Irak, Venezuela, dan Republik Demokratik Kongo yang memiliki spesialisasi pada hidrokarbon dan mineral kritis.
"Venezuela meskipun memiliki cadangan minyak terbesar, namun tantangan infrastruktur membuat nilai valuasinya berada di angka 14,3 triliun dolar AS," jelas ulasan dalam kabar24.bisnis.com, Senin (27/4/2026).
Republik Demokratik Kongo menjadi satu-satunya wakil Afrika dalam daftar ini karena dominasi produksi kobalt untuk baterai kendaraan listrik global.
Distribusi kekayaan ini menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan energi dan diplomasi ekonomi antarnegara di masa depan.