JAKARTA – Dayabumi Energi terapkan ESG di industri farmasi melalui pembangunan PLTS bersama Anvita dan Etana guna mendukung transisi energi bersih yang berkelanjutan.
Sektor manufaktur obat kini mulai beralih menggunakan sumber daya terbarukan untuk menunjang operasional pabrik mereka.
Pemasangan sistem energi surya ini diproyeksikan mampu mengurangi beban emisi karbon secara signifikan 1 tahun penuh.
"Implementasi ESG ini bukan sekadar tren, melainkan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan operasional perusahaan di masa depan," ujar Direktur Utama Dayabumi Energi, sebagaimana dilansir dari republika.co.id, Selasa (28/4/2026).
Kerja sama tripartit ini mencakup penyediaan infrastruktur panel surya yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan gedung.
Etana dan Anvita menyepakati penggunaan energi hijau sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan mereka.
Pihak manajemen Anvita menekankan bahwa penggunaan teknologi ramah lingkungan akan meningkatkan efisiensi biaya energi dalam jangka panjang bagi perusahaan.
Instalasi perangkat dilakukan oleh tim ahli dengan standar keamanan yang ketat mengingat sensitivitas industri farmasi terhadap stabilitas daya.
Sinergi tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi perusahaan kesehatan lainnya untuk segera melakukan dekarbonisasi.
Pemerintah terus mendorong pihak swasta untuk lebih proaktif dalam mengadopsi energi baru terbarukan di lingkungan kerja.
"Kami sangat bangga bisa berkontribusi dalam perjalanan Etana dan Anvita menuju net zero emission melalui solusi energi surya kami," ungkap perwakilan Dayabumi Energi, sebagaimana dikutip dari republika.co.id, Selasa (28/4/2026).
Keberadaan PLTS di atap pabrik menjadi bukti nyata bahwa teknologi hijau bisa bersanding dengan industri vital.
Target pengurangan emisi sebesar 20 persen diprediksi tercapai dalam beberapa tahun mendatang jika konsistensi ini terjaga.
Program ini juga mencakup pemantauan performa energi secara digital guna memastikan output listrik tetap optimal.
Implementasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi daya saing produk farmasi Indonesia di pasar global yang semakin ketat akan aturan lingkungan.