Prabowo Dorong Kampus Ciptakan Energi Alternatif Pengganti LPG

Selasa, 28 April 2026 | 12:22:43 WIB
ilustrasi energi alternatif

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta kampus kembangkan energi alternatif guna mengurangi ketergantungan impor LPG yang membebani anggaran negara saat ini.

Langkah ini dipandang strategis untuk memperkuat kedaulatan energi nasional di masa depan.

Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri harus segera diatasi dengan riset yang aplikatif.

Prabowo menegaskan bahwa potensi sumber daya alam dalam negeri sangat melimpah untuk dikonversi menjadi energi.

"Saya minta perguruan tinggi, pakar-pakar kita, menteri-menteri, semua mari kita fokus cari pengganti LPG. Kita punya kekayaan alam, kita punya biomassa, kita punya geothermal, kita punya air," ujar Prabowo sebagaimana dilansir dari nasional.kontan.co.id, Senin (28/4/2026).

Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap riset yang berorientasi pada hasil nyata.

Kepala Negara meyakini bahwa akademisi memiliki kapasitas besar dalam menjawab tantangan global terkait krisis energi.

Prabowo menjelaskan bahwa tingginya angka impor LPG memberikan tekanan yang signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia sehingga inovasi di sektor ini menjadi harga mati.

Penggunaan biomassa dan panas bumi disebut sebagai beberapa opsi yang sangat memungkinkan untuk dikembangkan secara masif di tanah air.

Sektor pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi pusat teori namun juga menjadi laboratorium solusi bagi persoalan mendasar bangsa.

Presiden menginstruksikan jajaran menteri terkait untuk segera melakukan pemetaan terhadap riset-riset potensial yang sudah ada di berbagai universitas.

Optimalisasi sumber daya domestik akan mengurangi aliran devisa keluar negeri secara bertahap setiap tahunnya.

Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan tinggi.

"Kita harus mandiri di bidang energi. Kita tidak boleh tergantung kepada bangsa lain selamanya," pungkas Prabowo sebagaimana dikutip melalui nasional.kontan.co.id, Senin (28/4/2026).

Perubahan pola konsumsi energi di tingkat rumah tangga menjadi target jangka panjang dari inovasi ini.

Terkini