Eddy Soeparno Dorong Kampus Percepat Transisi Energi Nasional

Rabu, 29 April 2026 | 23:30:07 WIB
ilustrasi transisi energi

JAKARTA - Eddy Soeparno mendorong kolaborasi strategis dengan kampus guna mempercepat proses transisi energi nasional melalui riset inovatif dan pengembangan SDM.

Dunia akademik memiliki posisi tawar yang krusial sebagai penyedia data dan kajian mendalam untuk mendukung kebijakan pemerintah di sektor energi terbarukan.

Eddy Soeparno berpendapat, bahwa sinergi antara lembaga legislatif dan institusi pendidikan tinggi akan menghasilkan peta jalan transisi energi yang lebih realistis dan aplikatif.

"Kami ingin agar kampus menjadi motor penggerak inovasi dalam pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia," ujar Eddy Soeparno saat memberikan paparan di hadapan sivitas akademika, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (29/4/2026).

Langkah ini dianggap perlu mengingat tantangan global terkait perubahan iklim menuntut perubahan fundamental dalam pola konsumsi energi masyarakat.

Mantan Wakil Ketua Komisi 7 DPR RI ini menilai, laboratorium penelitian di berbagai universitas tanah air sebenarnya mampu menciptakan teknologi yang efisien secara biaya.

"Kolaborasi ini bukan sekadar diskusi, melainkan kerja nyata untuk memastikan ketahanan energi nasional di masa depan tetap terjaga dengan baik," kata Eddy Soeparno menjelaskan urgensi kemitraan tersebut.

Pemerintah terus berupaya mencapai target emisi nol bersih atau Net Zero Emission pada 2060 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara masif.

Kehadiran mahasiswa dan dosen diharapkan mampu memberikan perspektif segar dalam memecahkan hambatan teknis yang selama ini menghambat implementasi energi hijau di daerah terpencil.

"Saya mengajak perguruan tinggi untuk lebih aktif memberikan masukan konstruktif terhadap penyusunan regulasi di bidang energi," tutur Eddy Soeparno dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut.

Pemanfaatan potensi panas bumi, tenaga surya, hingga biomassa memerlukan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan memahami karakteristik geografis wilayah masing-masing.

Penguatan ekosistem riset di lingkungan kampus secara langsung akan memangkas ketergantungan industri dalam negeri terhadap komponen impor dari luar negeri.

Investasi pada sektor pengetahuan merupakan fondasi utama sebelum benar-benar beralih meninggalkan penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap dalam beberapa dekade mendatang.

Terkini