JAKARTA – Sektor industri farmasi kini mulai mengadopsi listrik PLTS Rooftop untuk mendukung transisi energi hijau dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pelaku usaha dalam mendukung program keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan di area pabrik.
Penerapan teknologi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi ekosistem bisnis manufaktur di tanah air.
"Penggunaan energi surya ini bukan hanya sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis industri farmasi untuk mencapai efisiensi biaya yang lebih terukur," ujar Direktur Produksi, Budi Santoso, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Kamis (30/4/2026).
Pemanfaatan panel surya di atas atap bangunan pabrik memungkinkan perusahaan menghemat pengeluaran operasional listrik hingga angka 20 persen setiap tahunnya.
Budi Santoso menjelaskan, sistem ini terintegrasi langsung dengan jaringan listrik yang sudah ada sehingga distribusi energi tetap stabil selama proses produksi obat-obatan berlangsung.
Integrasi teknologi hijau ini juga menjadi poin penting dalam meningkatkan daya saing produk farmasi lokal di pasar internasional yang kini semakin selektif terhadap isu lingkungan.
Fasilitas produksi yang menggunakan energi bersih mendapatkan nilai tambah karena dianggap berkontribusi langsung pada penurunan emisi gas rumah kaca global.
Beberapa perusahaan bahkan sudah memasang ribuan panel surya yang mampu menghasilkan kapasitas daya mencapai 1 megawatt peak untuk menopang kebutuhan mesin produksi.
Keberadaan regulasi yang mendukung instalasi panel surya di kawasan industri semakin mempermudah proses transisi dari energi konvensional ke energi surya yang lebih bersih.