DHAKA - Bangladesh mulai isi uranium ke PLTN perdana Rooppur untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional dan memperkuat ketahanan energi melalui teknologi nuklir Rusia.
Pemerintah setempat menandai babak baru dalam peta energi dunia dengan memulai proses pengisian bahan bakar ke reaktor unit 1. Proyek ambisius ini berlokasi di distrik Pabna, sekitar 160 kilometer dari ibu kota Dhaka.
"Proses pemuatan bahan bakar nuklir ke dalam reaktor unit pertama telah dimulai hari ini," ungkap Alexey Likhachev, Direktur Jenderal Rosatom, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (20/4/2026).
Alexey Likhachev menjelaskan bahwa momentum ini merupakan transisi dari tahap konstruksi menuju operasional fisik yang sebenarnya. Kehadiran para ahli Rusia memastikan seluruh prosedur keamanan internasional terpenuhi secara ketat.
Langkah ini dipandang sebagai solusi konkret untuk mengakhiri ketergantungan pada energi fosil yang harganya fluktuatif di pasar global. Kapasitas total dari dua unit di pembangkit ini diprediksi mampu menyuplai kebutuhan jutaan rumah tangga.
Yafes Osman menyatakan, bahwa proyek tersebut menjadi bukti kerja sama strategis antara Dhaka dan Moskow dalam pengembangan teknologi tinggi untuk kesejahteraan rakyat.
"Pengisian uranium ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam mewujudkan kedaulatan energi yang ramah lingkungan," ujar Yafes Osman, Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bangladesh, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (20/4/2026).
Pembangunan infrastruktur ini diperkirakan menelan biaya sekitar 12,65 miliar dolar AS dengan skema pinjaman dari pemerintah Rusia. Reaktor yang digunakan merupakan tipe VVER-1200 generasi 3 plus yang memiliki standar keselamatan mutakhir.
Sheikh Hasina menegaskan bahwa pemanfaatan tenaga atom merupakan bagian dari visi jangka panjang negara untuk menjadi ekonomi maju di kawasan Asia Selatan.
Rusia tidak hanya menyediakan teknologi dan pendanaan, tetapi juga bertanggung jawab atas pengelolaan limbah nuklir di masa depan. Seluruh sisa bahan bakar akan dibawa kembali ke Rusia untuk diproses lebih lanjut sesuai perjanjian bilateral.
Unit 2 dijadwalkan akan menyusul proses serupa dalam beberapa bulan ke depan guna memaksimalkan output daya. Integrasi ke jaringan transmisi nasional sedang dilakukan secara bertahap untuk memastikan stabilitas frekuensi listrik di seluruh wilayah.