Alva Tahan Harga Motor Listrik Meski Biaya Produksi Naik

Kamis, 30 April 2026 | 13:50:19 WIB
ilustrasi motor listrik

JAKARTA – Alva memilih bertahan untuk tidak menaikkan harga motor listrik meski biaya produksi dan harga bahan baku baterai global sedang mengalami tren kenaikan signifikan.

Situasi pasar otomotif saat ini memang sedang dibayangi oleh lonjakan biaya manufaktur yang dipicu oleh keterbatasan material inti.

Chief Marketing Officer Alva, Putu Yudha, memberikan penjelasan mendalam mengenai posisi perusahaan terhadap fluktuasi pasar tersebut.

"Hingga saat ini kami masih mengupayakan agar harga jual kepada konsumen tidak mengalami perubahan meskipun tekanan dari sisi produksi cukup besar," ujar Putu, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (29/4/2026).

Putu Yudha menyampaikan bahwa efisiensi di jalur produksi menjadi kunci utama perusahaan dalam meredam dampak kenaikan harga komponen global.

Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat tetap memiliki akses yang terjangkau terhadap mobilitas ramah lingkungan di Indonesia.

"Fokus utama saat ini adalah menjaga kepercayaan konsumen dan memastikan ekosistem kendaraan listrik terus tumbuh tanpa hambatan biaya," kata Putu, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (29/4/2026).

Pihak manajemen secara rutin melakukan evaluasi terhadap rantai pasok untuk memitigasi risiko jangka panjang yang mungkin muncul.

Meskipun belum ada kepastian hingga kapan kebijakan ini bertahan, perusahaan berkomitmen memberikan informasi transparan jika terjadi penyesuaian di masa depan.

Saat ini 3 model utama Alva masih dipasarkan dengan label harga yang sama sejak awal kuartal 1 tahun ini.

Penyesuaian strategi internal terus dilakukan agar margin tetap terjaga tanpa harus membebankan kenaikan biaya kepada pembeli unit baru.

Terkini