JAKARTA – PLN EPI menggelar program Clean Energy Day guna mempercepat transisi energi dan mendukung upaya pengurangan emisi karbon secara berkelanjutan di Indonesia.
Upaya ini menjadi bagian dari peta jalan korporasi untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang ramah lingkungan.
Langkah strategis tersebut bertujuan memastikan pemenuhan target bauran energi baru terbarukan di masa depan.
Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud nyata perseroan dalam mengawal transformasi hijau melalui penyediaan pasokan energi primer yang lebih bersih.
Iwan Agung Firstantara menegaskan bahwa pengelolaan emisi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi keberlangsungan operasional industri energi saat ini.
"Kegiatan ini merupakan komitmen PLN EPI untuk mendukung target Net Zero Emission pada 2060, melalui sinergi penyediaan energi bersih yang berkelanjutan," ujar Iwan Agung Firstantara, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Kamis (30/4/2026).
Pemilihan sumber energi primer yang rendah emisi menjadi prioritas utama dalam rantai pasok perusahaan untuk mendukung unit pembangkit.
Selain aspek teknis, perusahaan juga fokus pada penguatan ekosistem biomassa untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara pada PLTU.
Iwan Agung Firstantara mengungkapkan, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan sangat krusial demi menjaga stabilitas pasokan energi hijau yang terjangkau bagi masyarakat.
"Clean Energy Day juga menjadi momentum memperkuat budaya kerja yang peduli terhadap lingkungan di seluruh lapisan manajemen dan staf," ucap Iwan Agung Firstantara, sebagaimana dikutip dari naskah asli, Kamis (30/4/2026).
Pemanfaatan teknologi terkini dalam pemantauan gas rumah kaca menjadi salah satu instrumen yang mulai dioptimalkan oleh tim di lapangan.
Inovasi tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak operasional terhadap ekosistem di sekitar wilayah kerja.
Program ini sekaligus menjadi ajang edukasi internal untuk meningkatkan pemahaman mengenai mekanisme nilai ekonomi karbon yang kini tengah berkembang.
Keberhasilan transisi energi diyakini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.
Oleh karena itu, penyelarasan regulasi dan kesiapan infrastruktur terus dipercepat agar target pengurangan karbon tercapai sesuai jadwal.