JAKARTA – Elnusa Petrofin memperkuat kolaborasi dengan insan pers melalui Pena Petrofin Awards 2026 demi menjaga stabilitas energi nasional dan narasi konstruktif.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan penyampaian informasi mengenai sektor energi tetap akurat dan memberikan dampak positif bagi publik secara luas.
PT Elnusa Petrofin meyakini bahwa keterlibatan jurnalis dalam mengawal isu keberlanjutan dan ketahanan energi merupakan elemen krusial bagi ekosistem industri.
Putiarsa Bagus Wibowo menyatakan, bahwa kehadiran ajang apresiasi ini ditujukan untuk membangun pola komunikasi yang jauh lebih sehat antara korporasi dan awak media.
Manajer Komunikasi Korporat tersebut menilai bahwa sinergi yang terjalin bakal mendorong lahirnya karya-karya tulis yang informatif sekaligus mampu membangun kepercayaan masyarakat.
"Pada pelaksanaan Pena Petrofin Awards tahun kedua ini, kami ingin memperkuat kolaborasi dengan insan pers sebagai mitra strategis dalam menghadirkan narasi energi yang utuh dan konstruktif. Memasuki usia perusahaan ke- 30 tahun, kami melihat energi bukan hanya sebagai komoditas, tetapi sebagai konektivitas yang menggerakkan kehidupan dan masa depan bangsa," ujar Arsa dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 28 April 2026.
Fokus perusahaan saat ini mencakup jangkauan yang luas mulai dari wilayah perkotaan hingga ke titik pelosok yang tergolong daerah 3T di seluruh Indonesia.
Energi tidak lagi dipandang sekadar barang dagangan melainkan motor penggerak ekonomi yang menjadi fondasi utama bagi produktivitas berbagai industri tanah air.
Ada 4 pilar utama yang diperkenalkan untuk merepresentasikan peran energi tersebut dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.
Inovasi dan digitalisasi dalam operasional lapangan juga menjadi sorotan penting guna memastikan standar keselamatan kerja tetap berada pada level tertinggi.
Pihak manajemen mengharapkan para jurnalis mampu menangkap kompleksitas tantangan distribusi energi dari sudut pandang yang lebih mendalam dan komprehensif.
Perjalanan 3 dekade perusahaan menjadi refleksi bahwa menjaga ketersediaan energi nasional memerlukan kerja sama yang adaptif dan berorientasi pada masa depan.