JAKARTA – Wuling memberikan tanggapan strategis terkait kebijakan pajak kendaraan listrik terbaru demi menjaga stabilitas harga dan minat konsumen di pasar otomotif.
Industri otomotif kini tengah mencermati pergerakan regulasi fiskal yang menyasar unit berbasis baterai di tanah air.
Wuling menilai bahwa setiap perubahan skema pajak akan memberikan pengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat pada segmen mobil listrik.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan kebijakan pajak ini tetap mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," ujar Dian Asmahani selaku Sales & Marketing Director Wuling Motors, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (29/4/2026).
Dian berpendapat, bahwa struktur pajak yang kompetitif merupakan kunci utama dalam menarik minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan konvensional ke model elektrik.
Perusahaan otomotif asal Tiongkok ini memandang pentingnya kepastian hukum dalam jangka panjang bagi para investor di sektor hijau.
"Harapan kami adalah adanya konsistensi regulasi sehingga pelaku industri dapat menyusun strategi harga yang tetap terjangkau bagi pelanggan," kata Dian, Rabu (29/4/2026).
Pihak manajemen menekankan bahwa efisiensi produksi terus ditingkatkan guna meredam gejolak harga akibat penyesuaian instrumen pajak daerah maupun pusat.
Langkah ini diambil agar target net zero emission yang dicanangkan pemerintah tetap berada pada jalur yang tepat melalui distribusi kendaraan bebas emisi.
Optimalisasi insentif fiskal dipandang sebagai pendorong volume penjualan yang signifikan selama 2 tahun terakhir di pasar domestik.
Wuling berkomitmen untuk tetap menghadirkan varian produk yang relevan dengan kebutuhan fungsional dan finansial masyarakat Indonesia saat ini.