JAKARTA – Pemanfaatan PLTS Atap kini menjadi instrumen vital bagi perusahaan untuk memperkuat implementasi prinsip ESG di tengah tuntutan transisi energi global.
Kesadaran korporasi terhadap keberlanjutan lingkungan memicu pergeseran besar dalam pola konsumsi energi di tanah air.
Langkah ini diambil guna menyelaraskan operasional bisnis dengan standar lingkungan yang semakin ketat di pasar dunia.
"Penerapan ESG bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendasar bagi industri untuk tetap kompetitif di kancah global," ujar Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), sebagaimana dilansir dari sumbernya, Kamis (30/4/2026).
Fabby menjelaskan bahwa integrasi energi surya pada bangunan komersial secara langsung memberikan poin signifikan dalam laporan keberlanjutan tahunan perusahaan.
Banyak pelaku usaha kini mulai mengalihkan investasi infrastruktur mereka ke arah teknologi ramah lingkungan.
Instalasi panel surya di atas gedung operasional dianggap sebagai solusi paling praktis untuk mereduksi jejak karbon secara instan.
Data menunjukkan kenaikan jumlah pengguna dari kalangan pabrik dan pusat perbelanjaan mencapai angka yang cukup signifikan sepanjang tahun lalu.
Efisiensi biaya listrik dalam jangka panjang juga menjadi daya tarik tambahan bagi manajemen untuk segera melakukan transisi.
Skema ini memungkinkan perusahaan menghemat pengeluaran rutin sembari menjalankan misi pelestarian alam secara simultan.
Pemerintah terus memberikan dukungan melalui penyederhanaan regulasi agar proses perizinan pemasangan menjadi lebih singkat dan transparan.
Kolaborasi antara sektor publik dan swasta menjadi kunci utama dalam mempercepat pencapaian target bauran energi nasional sebesar 23 persen.