Prancis Bidik Jadi Arab Saudi Eropa Lewat Ekspor Listrik Bersih

Kamis, 30 April 2026 | 17:43:31 WIB
ilustrasi energi bersih

JAKARTA – Prancis berambisi menjadi Arab Saudi Eropa dengan mematangkan strategi sebagai pemasok utama listrik bersih untuk memenuhi kebutuhan energi di kawasan tersebut.

Negara ini berencana memanfaatkan kekuatan sektor nuklir dan ekspansi energi terbarukan untuk memperkuat dominasi di pasar energi regional.

Menteri Transisi Energi Prancis, Agnes Pannier-Runacher berpendapat, bahwa posisi geografis dan kapasitas teknis yang dimiliki memungkinkan negara tersebut menjadi pusat energi rendah karbon bagi negara-negara tetangga.

Langkah strategis ini diambil guna mengurangi ketergantungan kawasan terhadap impor energi fosil dari luar benua.

"Kami ingin menjadi Arab Saudi-nya Eropa dalam hal listrik bersih, memberikan keunggulan kompetitif bagi industri kami dan membantu tetangga kami melakukan dekarbonisasi," ujar Pannier-Runacher, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Kamis (30/4/2026).

Pemerintah setempat memproyeksikan peningkatan kapasitas produksi secara signifikan hingga tahun 2030 mendatang.

Pannier-Runacher menjelaskan, keunggulan biaya produksi listrik rendah karbon akan memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi domestik maupun regional.

Rencana besar tersebut mencakup pembangunan 6 reaktor nuklir generasi baru serta pengembangan ladang angin lepas pantai secara masif.

Investasi besar-besaran telah disiapkan guna memastikan infrastruktur transmisi mampu menangani lonjakan beban distribusi ke negara lain.

"Ambisi kami adalah memproduksi lebih banyak listrik rendah karbon untuk diekspor ke seluruh Eropa dan menurunkan harga bagi konsumen," ungkap Pannier-Runacher kembali menegaskan target pemerintah.

Pencapaian target ini diharapkan mampu mengukuhkan kedaulatan energi bagi seluruh anggota Uni Eropa di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Terkini