China Siap Invasi Sistem Baterai Swap Mobil Listrik di Indonesia

Minggu, 03 Mei 2026 | 13:37:04 WIB
ilustrasi mobil listrik

JAKARTA – China siap invasi sistem baterai swap mobil listrik di Indonesia tahun ini guna mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan melalui teknologi Nio.

Teknologi penukaran baterai ini menjadi angin segar bagi ekosistem kendaraan listrik di tanah air yang terus berkembang pesat.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Rachmat Kaimuddin berpendapat, bahwa kehadiran teknologi penukaran baterai dari China akan mempermudah mobilitas pengguna mobil listrik tanpa harus menunggu waktu pengisian daya yang lama.

"Kami melihat potensi besar dari sistem swap battery ini untuk menekan kekhawatiran masyarakat soal durasi pengisian daya baterai," ujar Rachmat, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Minggu (3/5/2026).

Langkah ekspansi ini direncanakan mulai berjalan pada semester 2 tahun 2026 dengan menyasar kota-kota besar sebagai titik awal infrastruktur.

Pemerintah terus menjalin komunikasi intensif dengan produsen otomotif asal Negeri Tirai Bambu guna memastikan standarisasi teknologi penukaran baterai tersebut.

Rachmat menambahkan, pihak pemerintah sedang mengkaji regulasi agar sistem ini bisa digunakan secara lintas merek demi efisiensi jangka panjang.

"Perusahaan asal China seperti Nio sudah menyatakan ketertarikannya untuk membangun stasiun penukaran baterai di beberapa titik strategis tahun ini," ucap Rachmat.

Kehadiran sistem ini diprediksi akan mengubah pola konsumsi energi di sektor transportasi darat Indonesia secara signifikan.

Implementasi teknologi tersebut juga diharapkan mampu menurunkan harga jual mobil listrik karena skema sewa baterai yang mungkin diterapkan.

Masyarakat kini menantikan realisasi pembangunan stasiun penukaran baterai pertama yang dijanjikan hadir dalam waktu dekat.

Terkini