VATIKAN – Sebanyak 60 negara berkumpul dalam Konferensi Santa Marta untuk merumuskan langkah strategis peralihan dari energi fosil menuju sumber energi bersih berkelanjutan.
Pertemuan tingkat internasional ini menyoroti urgensi perubahan pola konsumsi energi di tengah krisis iklim yang semakin nyata bagi penduduk bumi.
Para pemimpin dunia dan pakar lingkungan duduk bersama mencari solusi konkret untuk mengganti ketergantungan pada batu bara serta minyak bumi.
"Kami menyadari bahwa waktu tidak lagi berpihak pada kita dalam upaya menyelamatkan planet dari kerusakan permanen akibat emisi karbon yang tidak terkendali," ujar Paus Fransiskus, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Sabtu (2/5/2026).
Paus Fransiskus menegaskan, bahwa pergeseran menuju energi terbarukan merupakan tanggung jawab moral yang harus dipikul oleh seluruh bangsa demi generasi mendatang.
Diskusi di dalam ruangan tersebut mencakup skema pembiayaan hijau untuk membantu negara berkembang melakukan adaptasi teknologi tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi lokal.
"Transisi ini harus dilakukan secara adil tanpa meninggalkan komunitas yang selama ini menggantungkan hidup pada industri energi konvensional," kata Cardinal Peter Turkson, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Sabtu (2/5/2026).
Cardinal Peter Turkson menjelaskan, mekanisme transisi energi memerlukan kerja sama lintas sektor agar transformasi sosial dan ekonomi berjalan beriringan dengan perbaikan ekosistem.
Data menunjukkan bahwa investasi pada sektor tenaga surya dan angin mengalami lonjakan signifikan sebesar 15 persen dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.
Partisipan konferensi optimis bahwa kolaborasi antarnegara mampu menurunkan suhu bumi sesuai target yang ditetapkan dalam kesepakatan internasional sebelumnya.
Negosiasi yang berlangsung cukup alot ini akhirnya membuahkan beberapa poin kesepakatan mengenai penghentian subsidi untuk bahan bakar fosil secara bertahap.
Setiap delegasi menyadari bahwa langkah besar ini memerlukan konsistensi kebijakan di tingkat nasional masing-masing negara peserta.