JAKARTA – Rencana pemberian insentif Rp5 juta motor listrik baru saat ini masih berstatus usulan dan belum menjadi keputusan resmi bagi masyarakat.
Wacana mengenai perubahan nilai subsidi ini mulai mencuat ke permukaan guna mendorong minat beli pada kendaraan elektrifikasi. Pemerintah sedang melakukan peninjauan kembali terhadap skema bantuan yang paling efektif bagi pasar domestik.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa wacana penurunan angka bantuan tersebut masih dalam tahap diskusi internal.
Agus Gumiwang menerangkan bahwa pihaknya tetap mengupayakan agar pertumbuhan industri kendaraan listrik tetap terjaga dengan berbagai skema yang rasional.
"Insentif Rp5 juta motor listrik baru itu baru sekadar usulan, belum ada keputusan final mengenai hal tersebut," ujar Agus Gumiwang, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Minggu (3/5/2026).
Langkah evaluasi ini diambil setelah melihat performa penyaluran subsidi sebelumnya yang dinilai perlu penyempurnaan di beberapa sisi teknis.
Otoritas terkait saat ini sedang menghitung dampak fiskal serta efektivitas dari usulan angka bantuan yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
Keputusan final nantinya akan melibatkan koordinasi lintas kementerian agar tidak terjadi tumpang tindih regulasi di lapangan.
Pihak kementerian berharap masyarakat tetap memantau informasi resmi sebelum melakukan transaksi pembelian berdasarkan informasi yang belum bersifat tetap.
Target populasi kendaraan listrik sebanyak 2 juta unit pada tahun depan tetap menjadi fokus utama dalam penyusunan kebijakan ini.