JAKARTA – DSSA perkuat ekosistem energi surya melalui TMAI guna mendukung target pemerintah mencapai kapasitas PLTS 100 GW nasional secara berkelanjutan.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mempercepat transisi energi hijau di tanah air.
"Pembangunan fasilitas manufaktur TMAI merupakan tonggak penting bagi perusahaan dalam menghadirkan teknologi panel surya mutakhir di pasar domestik," ujar Direktur DSSA, Hermawan Tarjono, dikutip dari sumber resmi, Senin (04/05/2026).
Hermawan menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi besar pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil melalui pemanfaatan tenaga surya secara masif.
Kehadiran industri terintegrasi dari hulu ke hilir ini diharapkan mampu menekan biaya produksi komponen pembangkit listrik tenaga surya di dalam negeri.
Pihak manajemen DSSA menjelaskan bahwa kolaborasi dalam TMAI melibatkan mitra strategis untuk memastikan standar kualitas global pada produk yang dihasilkan nanti.
Integrasi teknologi tinggi tersebut menjadi kunci utama dalam mencapai target kapasitas listrik dari tenaga surya yang telah dicanangkan oleh otoritas energi nasional.
"Kami optimistis kontribusi TMAI akan mempercepat pencapaian target 100 GW PLTS nasional melalui penyediaan infrastruktur yang andal dan efisien," tutur Hermawan, Senin (04/05/2026).
DSSA juga berencana memperluas jangkauan distribusi komponen surya ini tidak hanya untuk proyek skala besar tetapi juga sektor residensial.
Penguatan modal pada anak usaha dilakukan secara bertahap guna memastikan operasional pabrik berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam rencana strategis perusahaan.
Ekspansi ini sekaligus memperkokoh posisi DSSA sebagai pemain utama dalam sektor energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara.