Tips Cek Baterai Mobil Listrik Bekas Agar Tidak Rugi

Senin, 04 Mei 2026 | 18:05:01 WIB
ilustrasui Baterai Mobil Listrik

JAKARTA – Membeli mobil listrik bekas butuh ketelitian ekstra terutama pada komponen baterai. Inilah panduan praktis agar mendapatkan unit terbaik dan awet.

Tren kendaraan ramah lingkungan di pasar otomotif nasional mulai menciptakan ceruk pasar baru bagi unit seken.

Pemerhati otomotif sekaligus narasumber teknis, Budi Santoso menekankan bahwa pengecekan kapasitas baterai melalui alat pemindai adalah langkah yang mutlak dilakukan oleh calon pembeli.

Budi Santoso menjelaskan bahwa nilai State of Health (SOH) baterai yang ideal untuk mobil bekas sebaiknya masih berada di atas angka 90 persen untuk menjamin jarak tempuh.

"Paling utama adalah melihat kesehatan baterainya atau SOH melalui alat scanner yang tersedia di bengkel resmi," kata Budi, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Senin (4/5/2026).

Calon konsumen juga disarankan untuk meninjau riwayat perawatan berkala pada buku servis resmi.

Kondisi fisik soket pengisian daya tidak boleh luput dari pengamatan guna memastikan tidak ada bekas terbakar atau korsleting.

"Pastikan juga tidak ada modifikasi pada sistem kelistrikan yang bisa menggugurkan garansi baterai dari pabrikan," ujar Budi, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Senin (4/5/2026).

Riwayat pemakaian pengisian daya cepat atau fast charging yang terlalu sering diklaim bisa mempengaruhi usia pakai komponen penyimpan daya tersebut dalam jangka panjang.

Pengecekan fisik bagian kolong mobil sangat krusial untuk memastikan casing baterai tidak mengalami benturan keras atau penyok.

Lakukan uji jalan secara langsung untuk merasakan apakah terjadi penurunan daya yang drastis saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi.

Terkini