Atasi Celah Performa Energi, CATL Luncurkan ESVL di China

Baterai Shenxing dari CATL Kontemporer (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Jumat, 29 Mei 2026 | 15:58:20 WIB

CHINA - Produsen baterai terbesar di dunia, CATL, kini telah memulai pengoperasian Xiamen Energy Storage Validation Research Institute (ESVL) secara resmi.

Fasilitas tersebut merupakan sebuah platform pengujian serta validasi satu pintu yang paling komprehensif sekaligus terbesar di dunia bagi sektor industri penyimpanan energi.

Infrastruktur ini dibangun di atas area yang memiliki luas hingga 10 hektare.

Pembangunannya sendiri disokong oleh nilai investasi yang mencapai kurang lebih 3 miliar yuan atau setara dengan Rp7,9 triliun.

Pusat riset ini sengaja dipersiapkan menjadi sebuah infrastruktur yang bersifat terbuka dan dapat digunakan bersama demi melayani para pemangku kepentingan di bidang penyimpanan energi global.

Pihak CATL menjelaskan bahwa seiring dengan semakin cepatnya pergeseran energi di tingkat global, industri ini justru sedang menghadapi celah performa yang cukup krusial.

Kesenjangan tersebut ditunjukkan dengan adanya hampir satu dari lima stasiun penyimpanan energi dalam skala besar yang performanya belum berjalan secara optimal.

Selain itu, terdapat sekitar 46,5 persen sistem yang juga mengalami keterlambatan saat hendak dihubungkan ke jaringan listrik dengan durasi lebih dari dua bulan.

Hadirnya ESVL memiliki tujuan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Caranya adalah dengan mengubah proses validasi yang semula hanya berupa pengujian di skala komponen, kini menjadi sebuah verifikasi yang dilakukan secara ketat di tingkat stasiun.

Langkah ini diambil guna menjamin aspek keamanan, kapabilitas dalam mendukung jaringan, sekaligus keandalan dalam jangka panjang sebelum akhirnya sistem tersebut resmi diimplementasikan.

“Ketelitian ilmiah menjadi semakin penting ketika penyimpanan energi memasuki era gigawatt. ESVL dirancang untuk mencerminkan ketelitian tersebut dan membantu menghadirkan era validasi dunia nyata yang lebih terpercaya dan berkelanjutan," ujar Kepala Ilmuwan CATL, Dr. Wu Kai.

Lembaga penelitian ini ditunjang oleh lima laboratorium utama yang bertugas menyajikan validasi untuk beragam skenario berbeda.

Laboratorium yang pertama adalah laboratorium integrasi jaringan listrik.

Tempat ini merupakan fasilitas tingkat stasiun pertama yang ada di dunia dan sudah dipersenjatai dengan simulator jaringan berkapasitas 35kV/100MVA.

Fasilitas tersebut sanggup menguji lebih dari 10 kontainer penyimpanan energi dalam skala besar secara bersamaan, sekaligus mampu menyimulasikan topologi jaringan hingga mencapai 1.000 node.

Laboratorium yang kedua adalah laboratorium keselamatan tegangan tinggi.

Area ini memiliki kemampuan untuk menguji besaran tegangan mulai dari skala 1kV hingga mencapai 500kV.

Tempat ini juga difungsikan untuk meneliti bagaimana mekanisme terjadinya kebakaran serta ledakan dalam situasi yang ekstrem.

Laboratorium yang ketiga adalah laboratorium keselamatan termal dan pembakaran.

Fasilitas ini sudah dilengkapi dengan kalorimeter berkapasitas 20MW serta sebuah ruang dalam ruangan yang memiliki luas hingga 100.000 meter kubik.

Adanya fasilitas ini memungkinkan dilakukannya proses pengujian ledakan secara serentak pada sembilan kontainer berukuran besar.

Laboratorium yang keempat adalah laboratorium ketahanan lingkungan.

Bagian ini bertugas menguji performa alat dalam kondisi iklim yang ekstrem, mulai dari suhu -50°C hingga menyentuh 100°C.

Tempat ini juga mampu melakukan simulasi pada wilayah ketinggian hingga mencapai 7.200 km.

Laboratorium yang kelima adalah laboratorium kompatibilitas elektromagnetik (EMC).

Fasilitas ini menjadi satu-satunya tempat di dunia yang punya kemampuan untuk melangsungkan pengujian EMC pada kontainer berukuran 40 kaki dalam situasi pengisian serta pengosongan daya tinggi secara nyata.

“Kami bekerja sama dengan lembaga sertifikasi terkemuka termasuk TÜV SÜD, TÜV Rheinland, CGC, dan CSA untuk menyediakan layanan yang diakui secara global,” tutur Kepala ESVL, Dr. Chen Xiaobo.

Melalui penyediaan data yang bersifat independen serta dapat dilacak kembali track record-nya, ESVL memiliki target untuk membantu pihak regulator, perusahaan asuransi, hingga lembaga keuangan.

Bantuan tersebut ditujukan agar mereka dapat memperlakukan sistem penyimpanan energi sebagai sebuah aset yang jauh lebih kredibel serta bernilai tinggi untuk dibiayai.

CATL sendiri memegang posisi sebagai pemilik pangsa pasar paling besar di dunia, baik dalam sektor baterai daya maupun untuk urusan penyimpanan energi.

Apabila ditinjau dari aspek baterai daya, perusahaan raksasa ini sukses mendominasi pasar global dengan perolehan pangsa mencapai angka 47,0 persen pada periode April 2026.

Sedangkan untuk urusan penyimpanan energi, angka penjualan baterai milik CATL sukses menyentuh angka 121 GWh sepanjang tahun 2025 yang lalu.

Pencapaian tersebut setara dengan penguasaan pangsa pasar global sebesar 30,4 persen.

Catatan impresif ini sekaligus mengukuhkan posisi mereka di peringkat nomor 1 dunia selama kurun waktu lima tahun berturut-turut.

Di samping itu, CATL juga berstatus sebagai pemasok baterai kendaraan listrik (EV) paling besar di dunia.

Produk baterai mereka telah diadopsi dan digunakan secara luas oleh deretan merek otomotif terkemuka dunia, seperti Tesla, BMW, Hyundai, Toyota, Honda, Volvo, NIO, Li Auto, Zeekr, serta masih banyak lagi merek lainnya.

Reporter: David Ilham