Fabrikasi Lapangan Bukit Panjang Dimulai, Dongkrak Produksi Migas

Sebanyak 14 rencana pengembangan alias plan of development (PoD) (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Kamis, 18 Juni 2026 | 10:09:44 WIB

BINTAN - Langkah menaikkan hasil migas nasional kembali mencatat progres krusial. PC Ketapang II Ltd. (PCK2L) yang merupakan anak usaha Searah Limited resmi membuka fase fabrikasi untuk fasilitas produksi Lapangan Bukit Panjang lewat perhelatan seremoni First Steel Cutting di Meitech Korindo Yard, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Rabu (17/6/2026).

Prosesi itu menjadi tanda dimulainya konstruksi sarana produksi bagi proyek pengerjaan Lapangan Bukit Panjang yang berada di Wilayah Kerja Ketapang, lepas pantai Jawa Timur.

Fase ini menjadi sebuah pencapaian bernilai setelah proyek terkait mengantongi persetujuan Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID) di bulan April 2026.

Agenda itu diikuti oleh Deputi Eksploitasi SKK Migas Surya Widyantoro bersama tim, manajemen PT Meindo Elang Indah selaku pelaksana kontrak Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC), serta beberapa pemangku kepentingan di sektor industri migas.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa diawalinya proses fabrikasi sarana produksi ini memperlihatkan komitmen solid dari segenap pihak demi mempercepat pemanfaatan sumber daya migas tanah air.

“Pencapaian FID dan dimulainya kegiatan fabrikasi untuk Lapangan Bukit Panjang menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi sektor hulu migas Indonesia. SKK Migas akan terus mendukung pelaksanaan proyek strategis seperti ini agar dapat berjalan dengan aman, tepat waktu, dan memberikan kontribusi optimal bagi pencapaian target produksi nasional,” ujar Djoko dalam pernyataan terpisah.

Menurut Djoko Siswanto, akselerasi pengerjaan proyek bakal mempercepat sumbangsih Lapangan Bukit Panjang terhadap suplai energi nasional.

“Semakin cepat tentu semakin baik. Kami berharap tahun depan Lapangan Bukit Panjang dapat onstream dengan tambahan produksi kondensat sekitar 1.000 BOPD serta menghasilkan LPG sampai dengan 189 metrik ton per hari atau setara sekitar 2.170 BOEPD,” katanya.

Lapangan Bukit Panjang diprediksi mempunyai puncak hasil produksi hingga menyentuh 50 juta kaki kubik gas per hari (50 MMSCFD).

Pengerjaannya dilaksanakan lewat pembangunan sarana produksi lepas pantai yang diintegrasikan dengan infrastruktur yang sudah ada di Lapangan Bukit Tua di Wilayah Kerja Ketapang yang telah beroperasi semenjak 2015.

Presiden Direktur PCK2L, Yuzaini Md Yusof, memastikan bahwa proyek ini menjadi bagian dari peta strategi korporasi dalam memaksimalkan nilai aset lewat pengembangan yang berdaya guna serta berkelanjutan.

“Pengembangan Lapangan Bukit Panjang mencerminkan komitmen kami untuk mengoptimalkan potensi aset yang ada melalui penerapan teknologi efisien dan pengembangan berkelanjutan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia dan SKK Migas, serta menantikan kerja sama yang erat selama proses pengembangan ini,” ujarnya.

Proyek Bukit Panjang juga menjadi salah satu program awal ekspansi bagi Searah Limited, sebuah perusahaan patungan yang baru beroperasi secara resmi pada 1 Juni 2026 lewat kepemilikan saham masing-masing sebesar 50 persen oleh PETRONAS dan Eni.

Searah Limited didirikan demi mengelola rangkaian aset strategis di Indonesia serta Malaysia, terutama pada wilayah Jawa Timur, dengan tujuan memperkuat nilai portofolio energi, mengakselerasi proyek berkelanjutan, dan menaikkan ketahanan energi di tingkat regional.

Korporasi tersebut memegang portofolio yang membawahi 19 aset gas, baik yang statusnya telah berproduksi maupun yang masih berada dalam fase pengembangan di kedua negara.

Lewat dimulainya fase fabrikasi ini, proyek Bukit Panjang diproyeksikan bisa menjadi salah satu sumber baru dalam mendongkrak hasil migas nasional sekaligus memperkokoh suplai energi bagi wilayah Jawa Timur dan daerah di sekitarnya.

Reporter: David Ilham