Pertamina NRE Hadirkan PLTS Koperasi Pertama di Pulau Sembur Batam

Kemenkop (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Kamis, 25 Juni 2026 | 14:45:27 WIB

BATAM - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi RI menginisiasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Pulau Sembur Laut, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Program PLTS berbasis koperasi perdana di Indonesia ini menjadikan koperasi sebagai pengelola utama aset energi dan motor penggerak ekonomi, sehingga keuntungan yang dihasilkan dapat dirasakan langsung oleh anggota serta masyarakat setempat.

Corporate Secretary Pertamina NRE, Nur Hidayati menyampaikan bahwa pembangunan PLTS Kopdes Merah Putih di Pulau Sembur ini menjadi model pemanfaatan energi terbarukan yang tidak hanya menyediakan energi handal, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, menyerap tenaga kerja, serta meningkatkan kesejahteraan melalui sinergi koperasi.

Ia menambahkan, progres pembangunan PLTS Kopdes Merah Putih di Pulau Sembur saat ini sudah mencapai 80%.

“Proyek PLTS berbasis energi terbarukan yang disandingkan dengan dengan program KDKMP [Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih] ini telah mencapai kemajuan sekitar 80%. Kami ucapkan terimakasih atas koordinasi dan dukungan semua pihak terutama Kementerian Koperasi RI serta masyarakat Pulau Sembur yang berupaya mewujudkan proyek ini,” kata Nur Hidayati dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/6/2026).

Pulau Sembur merupakan pulau kecil di gugusan Pulau Galang yang dapat dijangkau menggunakan transportasi laut selama satu jam dari Batam.

Selama ini, penduduk setempat belum mendapatkan pasokan listrik yang memadai dan masih sangat bergantung pada genset berbahan bakar diesel dengan biaya operasional tinggi.

Pulau Sembur terpilih sebagai lokasi proyek energi baru terbarukan ini karena memenuhi syarat utama pengembangan Kopdes Merah Putih, yaitu sudah memiliki kegiatan ekonomi yang berjalan.

Selain itu, di pulau tersebut juga telah terbentuk KDKMP meskipun belum terhubung dengan jaringan listrik.

Nur Hidayati menerangkan bahwa pada tahap awal, seluruh panel surya telah terpasang dan sistem baterai sudah tiba di lokasi proyek.

Untuk tahap pertama, PLTS dibangun dengan kapasitas 400 kilo-watt peak (kWp) dan didukung sistem baterai 600 kilo-watt hour (kWh).

“Nantinya keseluruhan daya PLTS yang terpasang sebesar 1 megawatt-peak [MWp] dengan baterai 1 megawatt-hour [MWh],” jelas Nur Hidayati.

Lebih lanjut Nur Hidayati memaparkan bahwa saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jaringan distribusi listrik, integrasi sistem baterai, serta pembuatan fasilitas penunjang berupa cold storage berkapasitas 5 ton dan ice maker berkapasitas 2 ton per hari.

Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi penuh pada kuartal III/2026 dan akan menjadi bagian vital dalam membangun ekosistem ekonomi produktif berbasis energi bersih di Pulau Sembur.

Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI bersama Pertamina New & Renewable Energy (NRE) sebelumnya telah melakukan kunjungan pemantauan pembangunan tahap pertama PLTS Kopdes Merah Putih di Pulau Sembur Laut pada Jumat (19/6/2026).

Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop, Panel Barus menerangkan bahwa proyek tersebut menjadi bukti nyata sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pembangunan PLTS KDKMP di Pulau Sembur merupakan bentuk nyata kolaborasi antarinstansi dalam menyalurkan energi kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat desa mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan melalui pengelolaan usaha produktif berbasis energi melalui koperasi,” katanya.

Menurut Panel Barus, manfaat proyek tersebut juga mulai dirasakan masyarakat melalui pelibatan tenaga kerja lokal dalam berbagai tahapan pembangunan.

Setelah beroperasi, produksi listrik utama dari PLTS tersebut akan diprioritaskan untuk mengoperasikan cold storage dan pabrik es sehingga nelayan tidak lagi bergantung pada pasokan es dari luar pulau.

Dengan demikian, nelayan setempat bisa menyimpan hasil tangkapan lebih lama, menekan biaya operasional, mengurangi ketergantungan pada genset berbahan bakar diesel, serta meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil tangkapan.

Pengembangan PLTS KDKMP Pulau Sembur juga sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional melalui pengembangan program PLTS 100 gigawatt (GW).

Sebagai proyek percontohan, Pulau Sembur menunjukkan bagaimana energi surya, koperasi, dan ekonomi desa bisa terintegrasi dalam satu ekosistem yang memperkuat ketahanan energi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060.

Reporter: David Ilham