Perkuat Garuda Indonesia, Pemerintah Beli 55 Pesawat Boeing dari AS
- Kamis, 17 Juli 2025
JAKARTA - Upaya memperkuat maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mendapatkan dorongan signifikan melalui pembelian 55 unit pesawat Boeing dari Amerika Serikat. Langkah ini diumumkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memperbarui armada dan memajukan Garuda sebagai simbol kebanggaan nasional.
Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump, kesepakatan ini tercapai bersamaan dengan berbagai agenda dagang yang mempererat hubungan kedua negara. Prabowo menegaskan bahwa Garuda Indonesia harus menjadi maskapai yang mencerminkan sejarah perjuangan bangsa sekaligus siap bersaing di panggung internasional.
“Kita perlu membesarkan kembali Garuda sebagai maskapai kebanggaan nasional. Garuda lahir di masa perjuangan kemerdekaan dan harus menjadi simbol Indonesia di dunia,” ujar Prabowo dalam keterangan persnya.
Baca JugaINKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal
Kesepakatan Dagang Strategis dengan Amerika Serikat
Pembelian pesawat Boeing ini bukan hanya soal peningkatan jumlah armada, tetapi juga bagian dari kesepakatan dagang yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah memang membutuhkan armada baru untuk memperkuat sektor penerbangan nasional, sementara Amerika Serikat ingin memperluas pasar pesawat buatannya.
“Kita memang butuh armada baru. Di sisi lain, mereka juga ingin menjual pesawat. Jadi ini kesepakatan yang saling menguntungkan. Kita juga tetap bekerja sama dengan Airbus,” tambahnya.
Selain itu, perjanjian dagang Indonesia-AS juga mencakup pembelian energi senilai US$15 miliar dan produk pertanian senilai US$4,5 miliar. AS pun akan mengenakan tarif sebesar 19% terhadap seluruh ekspor Indonesia mulai 1 Agustus 2025. Sebagai imbal balik, Indonesia membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk AS.
Presiden AS Donald Trump menyambut baik kesepakatan ini, menyebutnya sebagai terobosan besar dalam memperluas akses ekspor produk pertanian, perikanan, dan manufaktur AS ke Indonesia.
Mengisi Kebutuhan Nasional Melalui Kerja Sama Internasional
Prabowo juga menyoroti bahwa Indonesia masih bergantung pada impor beberapa bahan pokok penting seperti bahan bakar minyak (BBM), gas, gandum, dan kedelai. Kesepakatan dengan Amerika Serikat dianggap sebagai solusi yang menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memperkuat posisi Garuda Indonesia melalui modernisasi armada.
“Kita masih mengimpor berbagai kebutuhan pokok seperti BBM, gas, gandum, dan kedelai. Jadi kesepakatan ini juga menjawab kebutuhan kita sendiri,” ujarnya.
Dengan pembelian pesawat Boeing yang signifikan ini, Garuda diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan dan kapasitas penerbangan, serta memperkuat posisi sebagai maskapai kebanggaan bangsa yang dapat bersaing di kancah global.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap
- Kamis, 15 Januari 2026
Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Tekankan Isra Miraj Jadi Momentum Penguatan Spiritual Umat Beradab
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Cek Bansos Januari 2026 Pakai KTP, Ini Daftar Bantuan dan Jadwal Lengkapnya
- Kamis, 15 Januari 2026
Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap
- Kamis, 15 Januari 2026
Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026
- Kamis, 15 Januari 2026










