Freeport Tetap Utamakan Pasar Domestik Meski AS Beri Tarif Nol Persen
- Kamis, 07 Agustus 2025
JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri, meski Amerika Serikat (AS) telah menetapkan tarif impor nol persen bagi konsentrat dan katoda tembaga asal Indonesia. Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa Freeport tidak terburu-buru mengalihkan orientasi ekspor meski peluang pasar di AS terbuka lebar.
Vice President Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, mengatakan fokus perusahaan tetap pada pasar domestik. “Prioritas utama perusahaan tetap pada pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri,” ujarnya.
Selain itu, Katri menegaskan bahwa produk tembaga Freeport saat ini juga didistribusikan ke beberapa negara di Asia. “Produk PT Freeport Indonesia (PTFI) saat ini dipasarkan di pasar domestik Indonesia dan Asia,” jelasnya.
Baca JugaDAMRI Kembali Layani Rute Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Terjangkau
Tarif Nol Persen dari AS
Pernyataan Freeport ini muncul setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan kesepakatan dagang strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat. Mulai 7 Agustus 2025, AS akan menerapkan tarif nol persen untuk konsentrat tembaga (copper concentrate) dan katoda tembaga (copper cathode) dari Indonesia.
Airlangga menjelaskan, tarif 19 persen yang diterapkan untuk sejumlah produk Indonesia ke AS merupakan salah satu yang terendah di Asia Tenggara, selain Singapura yang mendapat tarif 10 persen. Namun, untuk produk strategis seperti konsentrat dan katoda tembaga, tarifnya menjadi nol persen.
“Bahkan, untuk copper concentrate, copper cathode di nol (persen) kan. Itu sejalan dengan pembicaraan untuk mineral strategis antara lain copper, dan AS sudah umumkan juga,” kata Airlangga.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri hilir pertambangan Indonesia di pasar internasional. Namun, bagi Freeport, prioritas tetap pada distribusi untuk kebutuhan dalam negeri sebelum memenuhi permintaan ekspor baru.
Efisiensi dan Pasar Utama Tetap di Asia
Direktur Utama PTFI, Tony Wenas, sebelumnya menegaskan bahwa belum ada rencana untuk menggeser pasar utama dari Cina ke Amerika Serikat. Menurutnya, faktor efisiensi pengiriman masih menjadi pertimbangan utama.
“Untuk memindahkan pasar? Kalau ke Amerika itu jauh, (butuh waktu pengiriman) 45 hari,” ungkap Tony. “Sementara kalau ke Cina itu cuma 7 hari pengapalan, dan Cina mengonsumsi 50 persen dari copper di dunia ini.”
Dengan jarak yang jauh dan biaya logistik yang tinggi, pengiriman ke AS belum dianggap efisien, meskipun tarif impor nol persen bisa memberikan peluang tambahan. Selama ini, pasar Asia khususnya Cina menjadi konsumen utama tembaga dunia, dan Indonesia masih mengandalkan wilayah ini untuk penjualan ekspor.
Dukungan untuk Hilirisasi
Kebijakan Freeport yang mengutamakan pasar domestik juga sejalan dengan agenda hilirisasi pemerintah. Produk tembaga, baik konsentrat maupun katoda, kini tidak hanya menjadi komoditas ekspor mentah tetapi juga akan mendukung kebutuhan industri nasional seperti pembangunan smelter, kabel listrik, dan bahan baku energi baru terbarukan.
Airlangga menambahkan, arah kebijakan perdagangan ini akan mendorong Indonesia lebih fokus pada pengembangan komoditas bernilai tambah. “Industrial commodities yang menjadi secondary process sesudah ore sudah sejalan dengan apa yang diumumkan oleh AS,” ujarnya.
Langkah Freeport dinilai selaras dengan visi pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri mineral strategis dan memastikan ketahanan pasokan untuk pembangunan di dalam negeri.
Dengan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen tembaga terbesar dunia, prioritas pada pasar domestik sekaligus membuka ruang ekspor terarah ke Asia menjadi strategi jangka panjang yang realistis. Meski tarif nol persen dari AS menjadi peluang, Freeport memilih untuk menyeimbangkan kepentingan nasional dan efisiensi bisnis.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap
- Kamis, 15 Januari 2026
Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Tekankan Isra Miraj Jadi Momentum Penguatan Spiritual Umat Beradab
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
2.
Prabowo Dorong Perluasan Sekolah Rakyat untuk Pendidikan Merata
- 17 Januari 2026
3.
4.
BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia Minggu Depan
- 17 Januari 2026
5.
BMKG : Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia Minggu Ini
- 17 Januari 2026













