JAKARTA - PT PLN (Persero) menyambut positif penetapan Standar Nasional Indonesia (SNI) 9387:2025 oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) terkait Fly Ash and Bottom Ash (FABA).
Limbah sisa pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ini kini bisa dimanfaatkan sebagai pembenah tanah dan bahan baku pupuk, sejalan dengan konsep waste to value, mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi yang aman dan bermanfaat bagi sektor pertanian.
Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo, menjelaskan bahwa SNI FABA resmi ditetapkan pada 2 Oktober 2025, memberikan kepastian hukum dan teknis bagi seluruh pihak yang ingin memanfaatkan FABA.
Baca JugaINKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal
“Fungsi utama standar ini adalah pedoman agar FABA bisa digunakan dengan aman, baik sebagai pembenah tanah maupun bahan baku pupuk,” ujarnya.
Strategi SNI FABA Dorong Ekonomi Hijau
Hendro menegaskan, SNI FABA memiliki urgensi strategis:
Menjamin konsistensi mutu produk FABA
Menjamin keamanan lingkungan dan konsumen
Mendukung ekonomi sirkular dan ekonomi hijau
Meningkatkan nilai tambah dan inovasi industri
Memberikan kepastian regulasi dan dasar sertifikasi
“Dengan standar ini, produk turunan FABA naik kelas menjadi lebih terpercaya, sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” tambah Hendro.
Melalui langkah ini, BSN menekankan komitmen pada standar yang berorientasi pada kualitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat.
PLN Optimalkan Pemanfaatan FABA
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menegaskan bahwa SNI FABA menjadi tonggak penting transformasi pengelolaan limbah PLTU menjadi sumber daya bernilai ekonomi dan sosial.
“Dengan SNI ini, pemanfaatan FABA punya pedoman yang jelas dan terpercaya. FABA tidak lagi dianggap limbah, tetapi aset yang mendukung pertanian dan ekonomi lokal,” ujar Rizal.
PLN telah menginisiasi beragam inovasi pemanfaatan FABA: pengerasan jalan, bahan bangunan, pembenah tanah, kompos, dan media tanam untuk pertanian produktif. Dari 47 PLTU di Indonesia, tersedia potensi lebih dari 1,2 juta ton FABA per tahun yang bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Di beberapa lokasi demonstrasi plot seperti PLTU Labuan, Bengkayang, Pacitan, dan Air Anyir, pemanfaatan FABA terbukti meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
SNI FABA: Standar Mutu, Keamanan, dan Keberlanjutan
Rizal menekankan, keberadaan SNI sangat penting untuk memastikan pemanfaatan FABA memenuhi standar keselamatan, mutu, dan keberlanjutan.
“Dengan SNI ini, PLN tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. FABA kini bukan lagi masalah, melainkan solusi untuk sektor pertanian,” pungkas Rizal.
Langkah ini menegaskan sinergi antara energi, lingkungan, dan pertanian melalui inovasi pemanfaatan limbah PLTU yang berbasis standar nasional.
Wildan Dwi Aldi Saputra
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap
- Kamis, 15 Januari 2026
Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Tekankan Isra Miraj Jadi Momentum Penguatan Spiritual Umat Beradab
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Cek Bansos Januari 2026 Pakai KTP, Ini Daftar Bantuan dan Jadwal Lengkapnya
- Kamis, 15 Januari 2026
Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap
- Kamis, 15 Januari 2026
Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026
- Kamis, 15 Januari 2026










