Sabtu, 17 Januari 2026

Pasar Kripto Tertekan, Hanya BNB Bertahan Menguat Hari Ini

Pasar Kripto Tertekan, Hanya BNB Bertahan Menguat Hari Ini
Pasar Kripto Tertekan, Hanya BNB Bertahan Menguat Hari Ini

JAKARTA - Pasar aset kripto mengalami tekanan signifikan pada akhir pekan. 

Alih-alih rebound pasca pengumuman The Federal Reserve (The Fed) mengenai penghentian Quantitative Tightening (QT) per 1 Desember, hampir seluruh aset digital bergerak di zona merah.

Fenomena ini menimbulkan paradoks. Secara teori, penghentian QT seharusnya menjadi sinyal pelonggaran moneter awal (QE), yang biasanya memicu sentimen positif di pasar aset berisiko. 

Baca Juga

OJK Terapkan Metodologi Penilaian Kesehatan Baru Untuk Lindungi Nasabah PPDP

Namun kenyataannya, investor kripto justru memilih untuk tetap berada di kas, menahan likuiditas karena data ekonomi makro yang suram. Fear and Greed Index yang konsisten berada di level 20-an menambah tekanan psikologis, memperkuat sentimen negatif, dan memicu likuidasi selama beberapa minggu terakhir.

Tiga Raksasa Kripto Masih Terbenam

Di lini utama, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP kompak mengalami pelemahan.

Bitcoin (BTC) diperdagangkan di $101.808,75, melemah 0,86% dalam 24 jam dan masih terbenam 7,39% mingguan.

Ethereum (ETH) berada di $3.385,32, turun 1,12% harian dan 12,43% mingguan.

XRP di $2,27 tercatat turun 1,20% harian dan 9,07% mingguan.

Kompaknya pelemahan ini menegaskan bahwa pasar kripto sedang berada dalam fase risk-off yang menyeluruh, di mana aset berkapitalisasi besar pun tidak mampu memberikan dukungan psikologis bagi investor.

Anomali BNB dan Ketahanan TRX

Meski mayoritas aset merah, beberapa koin menunjukkan perilaku berbeda.

TRON (TRX) menjadi aset yang paling resisten terhadap tekanan, hanya turun 0,22% harian dan mengalami kerugian mingguan minimal 2,04%.

BNB tampil sebagai satu-satunya altcoin besar yang rebound, menguat 0,76% ke level $989,05 dalam 24 jam. Meski demikian, secara mingguan BNB tetap menanggung kerugian 9,42%.

Di sisi lain, Solana (SOL) menjadi salah satu pecundang terbesar di pasar Layer-1, anjlok 2,69% harian ke $156,76 dan 15,31% mingguan. Situasi ini mencerminkan bahwa volatilitas tinggi masih menghantui aset digital berbasis smart contract, sementara koin dengan likuiditas besar dan adopsi luas mampu bertahan relatif lebih baik.

Lini Spekulatif Tekanan Maksimal

Investor tampak menghindari aset spekulatif. Beberapa koin yang paling terdampak dalam 24 jam terakhir antara lain:

Hyperliquid (HYPE) merosot 4,23% ke $39,97.

Cardano (ADA) turun 2,60% ke $0,5605.

Dogecoin (DOGE) turun 1,75% ke $0,1746.

Chainlink (LINK) melemah 1,88% ke $15,35.

Secara mingguan, LINK (-10,18%) dan ADA (-8,15%) juga mencatatkan kerugian besar. Pola ini menegaskan bahwa investor lebih memilih mengamankan modal di aset kripto dengan risiko lebih rendah dan menghindari eksposur berlebih pada altcoin spekulatif.

Mengapa Pasar Tidak Bereaksi Positif pada QE Awal

Kegagalan pasar merespons sinyal dovish dari The Fed menunjukkan adanya faktor fundamental yang lebih dominan:

Kondisi ekonomi global yang memburuk mendorong investor memilih likuiditas daripada aset berisiko.

Likuidasi mingguan di pasar kripto terus menekan harga dan memicu ketidakpastian.

Psikologi pasar negatif, tercermin dari Fear and Greed Index yang rendah, membuat pelaku pasar enggan mengambil risiko baru.

Dengan kata lain, momentum pelonggaran moneter belum cukup untuk mengimbangi sentimen risk-off yang kuat. Hal ini memperlihatkan bahwa pasar kripto tetap sangat sensitif terhadap data makro, meski faktor kebijakan moneter seharusnya menjadi katalis positif.

Kesimpulan: Siapakah yang Selamat?

Dalam 24 jam terakhir, mayoritas aset digital mengalami tekanan signifikan, mulai dari BTC, ETH, XRP, hingga altcoin spekulatif. Hanya BNB yang mampu menahan tekanan harian dan mencatat penguatan tipis. TRX juga menunjukkan ketahanan relatif, sementara SOL dan beberapa altcoin spekulatif menjadi pecundang terbesar.

Situasi ini menegaskan dua hal:

Pasar kripto masih sangat volatile dan sentiment-driven, terutama terhadap berita makroekonomi dan kebijakan moneter global.

Koin dengan adopsi luas dan utilitas nyata seperti BNB atau TRX cenderung lebih resisten terhadap tekanan, sementara koin spekulatif rentan terhadap aksi jual masif.

Investor disarankan untuk tetap berhati-hati, memperhatikan fundamental aset, dan mengantisipasi volatilitas yang masih tinggi dalam jangka pendek.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

15 Makanan Khas Kediri, Sayang untuk Dilewatkan Saat Berkunjung!

15 Makanan Khas Kediri, Sayang untuk Dilewatkan Saat Berkunjung!

Kelebihan dan Kekurangan PT yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membuat!

Kelebihan dan Kekurangan PT yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membuat!

Cek Bansos Januari 2026 Pakai KTP, Ini Daftar Bantuan dan Jadwal Lengkapnya

Cek Bansos Januari 2026 Pakai KTP, Ini Daftar Bantuan dan Jadwal Lengkapnya

Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap

Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap

Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026

Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026