Jumat, 16 Januari 2026

WOM Finance Dorong Pembiayaan Syariah untuk UMKM dan Unbanked

WOM Finance Dorong Pembiayaan Syariah untuk UMKM dan Unbanked
WOM Finance Dorong Pembiayaan Syariah untuk UMKM dan Unbanked

JAKARTA - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) semakin agresif mengembangkan pembiayaan berbasis syariah. 

Langkah ini sejalan dengan dorongan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan inklusi keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM dan masyarakat yang belum terlayani lembaga perbankan atau unbanked.

Direktur WOM Finance menekankan dukungan penuh perusahaan terhadap inisiatif OJK. “UMKM merupakan penggerak roda ekonomi negara. 

Baca Juga

INKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal

Untuk itu kami menyiapkan strategi khusus, termasuk meluncurkan produk pembiayaan jasa dengan menggunakan akad Ijarah Muntahiyyah Bit Tamlik (IMBT) untuk menjangkau UMKM dan masyarakat unbanked,” ujarnya.

Langkah ini menunjukkan komitmen WOM Finance untuk tidak hanya memperluas portofolio pembiayaan syariah, tetapi juga membantu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui UMKM.

Strategi Produk dan Diversifikasi Pembiayaan Syariah

Selain produk logam mulia MASKu dan Pembiayaan Jasa Porsi Haji HajiKu, WOM Finance tengah menyiapkan peluncuran pembiayaan jasa syariah berbasis akad IMBT. Strategi ini dirancang untuk memperluas segmen nasabah, dengan fokus pada pelaku UMKM dan masyarakat unbanked.

Perusahaan memastikan setiap produk baru dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, pengawasan kepatuhan syariah, dan pengelolaan risiko berkelanjutan. Hal ini penting agar ekspansi bisnis tetap selaras dengan tujuan jangka panjang perusahaan, yakni inklusi keuangan yang bertanggung jawab.

“Diversifikasi produk ini memungkinkan WOM Finance menjangkau lebih banyak nasabah, sekaligus menguatkan kontribusi pembiayaan syariah terhadap total portofolio perusahaan,” jelas Direktur WOM Finance.

Pertumbuhan Portofolio Syariah hingga Kuartal III-2025

Hingga kuartal III-2025, WOM Finance telah menyalurkan pembiayaan syariah sebesar Rp151 miliar. Segmen Motor Baru Syariah menjadi kontributor terbesar dalam penyaluran tersebut. Secara keseluruhan, pembiayaan berbasis syariah kini berkontribusi sekitar 3,5% terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan hingga akhir September 2025.

Meskipun proporsinya masih relatif kecil, angka ini menunjukkan tren positif dan potensi pertumbuhan yang signifikan ke depan. Peningkatan portofolio ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi WOM Finance sebagai salah satu pemain utama di industri pembiayaan syariah di Indonesia.

Dukungan OJK dan Potensi Inklusi Keuangan

OJK terus mendorong pengembangan industri keuangan syariah untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk UMKM dan masyarakat yang belum terlayani lembaga keuangan formal. Inisiatif ini sejalan dengan visi WOM Finance untuk memanfaatkan produk syariah sebagai sarana inklusi keuangan.

Dengan langkah strategis ini, perusahaan tidak hanya meningkatkan kontribusi pembiayaan syariah, tetapi juga memperluas basis nasabah, membantu pertumbuhan UMKM, dan memperkuat inklusi keuangan di berbagai daerah.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

15 Makanan Khas Kediri, Sayang untuk Dilewatkan Saat Berkunjung!

15 Makanan Khas Kediri, Sayang untuk Dilewatkan Saat Berkunjung!

Kelebihan dan Kekurangan PT yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membuat!

Kelebihan dan Kekurangan PT yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membuat!

Cek Bansos Januari 2026 Pakai KTP, Ini Daftar Bantuan dan Jadwal Lengkapnya

Cek Bansos Januari 2026 Pakai KTP, Ini Daftar Bantuan dan Jadwal Lengkapnya

Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap

Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap

Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026

Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026