Kamis, 15 Januari 2026

Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75 Persen, Ini Dampaknya ke Rupiah

Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75 Persen, Ini Dampaknya ke Rupiah
Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75 Persen, Ini Dampaknya ke Rupiah

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18–19 November 2025. Keputusan ini juga diikuti oleh suku bunga deposit facility sebesar 3,75% dan lending facility 5,50%.

Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang meningkat. BI berharap kebijakan ini sekaligus mampu menarik aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia.

Fokus Kebijakan Jangka Pendek

Baca Juga

OJK Terapkan Metodologi Penilaian Kesehatan Baru Untuk Lindungi Nasabah PPDP

Menurut Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Firman Mochtar, keputusan mempertahankan suku bunga acuan sejalan dengan strategi jangka pendek. Tujuannya adalah menahan volatilitas rupiah dan menjaga daya tarik pasar keuangan domestik.

BI menilai bahwa fluktuasi pasar global memerlukan sikap hati-hati. Terutama dengan potensi perubahan aliran modal asing yang dapat memengaruhi stabilitas moneter nasional.

Faktor Stabilitas Nilai Tukar

Nilai tukar rupiah menjadi fokus utama dalam keputusan RDG terbaru. Firman Mochtar menekankan, stabilitas rupiah penting untuk meminimalkan risiko inflasi impor yang dapat memengaruhi harga barang dan jasa di dalam negeri.

Selain itu, rupiah yang stabil meningkatkan kepercayaan investor asing. Hal ini menjadi kunci untuk menjaga aliran modal masuk yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Implikasi bagi Inflasi dan Kredit

Kebijakan suku bunga yang tetap ini diproyeksikan tidak akan menimbulkan tekanan inflasi signifikan. BI memperkirakan inflasi inti tetap terkendali berkat sinyal moneter yang konsisten dan pengelolaan ekspektasi pasar yang baik.

Sementara itu, sektor perbankan diharapkan menyesuaikan suku bunga kredit dan deposito secara bertahap. Penyesuaian ini diharapkan mendorong pertumbuhan kredit yang sehat sekaligus mendukung investasi jangka menengah.

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Global

BI tetap waspada terhadap dinamika ekonomi global, termasuk risiko kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat dan tekanan harga komoditas. Strategi penetapan BI Rate di level 4,75% menjadi instrumen utama untuk menahan gejolak eksternal.

Firman Mochtar menambahkan, kombinasi kebijakan moneter dan intervensi pasar valas akan dijalankan secara sinergis. Langkah ini dimaksudkan untuk menjaga ketahanan ekonomi dan meminimalkan risiko fluktuasi tajam rupiah.

Keputusan mempertahankan BI Rate 4,75% juga mengirimkan sinyal stabilitas kepada pelaku pasar domestik dan internasional. Investor diharapkan mampu merencanakan aliran modal dengan lebih percaya diri.

BI menegaskan, langkah ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan bila kondisi ekonomi global atau domestik berubah secara signifikan. Penyesuaian kebijakan tetap menjadi opsi jika diperlukan untuk menjaga stabilitas moneter.

Zahra Kurniawati

Zahra Kurniawati

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kelebihan dan Kekurangan PT yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membuat!

Kelebihan dan Kekurangan PT yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membuat!

Cek Bansos Januari 2026 Pakai KTP, Ini Daftar Bantuan dan Jadwal Lengkapnya

Cek Bansos Januari 2026 Pakai KTP, Ini Daftar Bantuan dan Jadwal Lengkapnya

Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap

Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap

Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026

Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026

Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah

Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah