Jumat, 16 Januari 2026

Rasio Klaim Asuransi Kredit Tembus 87,8 Persen, Tren Industri Jadi Sorotan

Rasio Klaim Asuransi Kredit Tembus 87,8 Persen, Tren Industri Jadi Sorotan
Rasio Klaim Asuransi Kredit Tembus 87,8 Persen, Tren Industri Jadi Sorotan

JAKARTA - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat rasio klaim dibayarkan pada lini asuransi kredit menjadi yang tertinggi hingga kuartal III-2025. Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset, Trinita Situmeang, mengungkapkan rasio klaim lini ini mencapai 87,8% pada periode tersebut.

Angka ini meningkat dari posisi kuartal III-2024 yang tercatat 85,5%. “Rasionya yang tertinggi adalah asuransi kredit, naik signifikan per kuartal III-2025,” ujar Trinita saat konferensi pers di Jakarta Selatan.

Kenaikan ini menunjukkan klaim yang dibayarkan untuk lini kredit menjadi perhatian utama bagi industri. Hal tersebut memicu evaluasi lebih lanjut terhadap pengelolaan risiko dan premi di sektor asuransi kredit.

Baca Juga

OJK Terapkan Metodologi Penilaian Kesehatan Baru Untuk Lindungi Nasabah PPDP

Selain asuransi kredit, lini asuransi kesehatan juga mencatat tren kenaikan klaim. Rasio klaim kesehatan meningkat dari 73,1% menjadi 79,3% per kuartal III-2025, menegaskan adanya tekanan pada sektor kesehatan terkait pembayaran klaim.

Lini Lain Masih Stabil, Asuransi Energi Offshore Justru Turun

Di sisi lain, sebagian besar lini bisnis asuransi umum mencatat rasio klaim di bawah 50%. Tren ini menunjukkan sebagian besar sektor industri masih berada di bawah rata-rata klaim industri, memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengelola risiko dengan lebih efisien.

Namun, lini asuransi energi offshore justru mencatat penurunan rasio klaim terbesar. Rasio klaim turun drastis dari 76,8% pada kuartal III-2024 menjadi 35,9% pada kuartal III-2025, seiring menurunnya risiko klaim di sektor ini.

Trinita menjelaskan perbedaan tren antar lini menjadi cerminan beragam karakter risiko di industri asuransi. Lini dengan klaim tinggi seperti kredit dan kesehatan memerlukan strategi manajemen risiko yang berbeda dibanding lini dengan klaim rendah seperti energi offshore.

Rasio klaim industri secara keseluruhan tercatat 41,3% per kuartal III-2025. Angka ini sedikit menurun dibanding periode sama tahun lalu sebesar 41,9%, menunjukkan stabilitas industri secara agregat.

Proyeksi Rasio Klaim Hingga Akhir Tahun dan Dampaknya

Trinita memperkirakan rasio klaim masih akan mengalami penyesuaian hingga akhir tahun. Hal ini akan bergantung pada perkembangan klaim yang dibayarkan oleh industri asuransi ke depannya.

Perubahan rasio klaim memiliki implikasi langsung pada premi, cadangan, dan strategi underwriting perusahaan asuransi. Lini dengan rasio klaim tinggi harus menyesuaikan premi untuk menjaga profitabilitas dan kesehatan keuangan.

Industri asuransi umum tengah menyeimbangkan antara pembayaran klaim yang tinggi dan stabilitas finansial perusahaan. Tren rasio klaim ini menjadi indikator penting bagi investor dan pemangku kepentingan untuk menilai risiko dan prospek industri ke depan.

AAUI terus memantau dinamika klaim pada setiap lini bisnis. Dengan pemantauan yang cermat, industri diharapkan dapat merespons fluktuasi klaim dan menjaga ekosistem asuransi yang sehat serta berkelanjutan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

15 Makanan Khas Kediri, Sayang untuk Dilewatkan Saat Berkunjung!

15 Makanan Khas Kediri, Sayang untuk Dilewatkan Saat Berkunjung!

Kelebihan dan Kekurangan PT yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membuat!

Kelebihan dan Kekurangan PT yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membuat!

Cek Bansos Januari 2026 Pakai KTP, Ini Daftar Bantuan dan Jadwal Lengkapnya

Cek Bansos Januari 2026 Pakai KTP, Ini Daftar Bantuan dan Jadwal Lengkapnya

Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap

Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap

Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026

Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026