JAKARTA - Liverpool kembali berada di sorotan setelah kekalahan telak dari PSV Eindhoven di Anfield.
Situasi klub makin memprihatinkan, dan Curtis Jones menjadi salah satu pemain yang berani menyuarakan kondisi sebenarnya.
Dalam situasi yang semakin sulit, gelandang The Reds itu tak menutupi betapa goyahnya Liverpool saat ini—bahkan menggambarkan dirinya seperti seorang fan yang hanya bisa pasrah menyaksikan tim idolanya runtuh di depan mata.
Baca JugaBerapa Modal Usaha Laundry Koin? Ini Rincian dan Tips Suksesnya!
Kekalahan 1-4 pada matchday kelima Liga Champions membuat Anfield yang biasanya menjadi benteng kokoh justru menjadi saksi keterpurukan Liverpool. Rentetan hasil buruk di berbagai kompetisi mempertegas bahwa tim asuhan Arne Slot sedang berada dalam fase paling mengkhawatirkan dalam beberapa dekade terakhir.
Liverpool Masuk Periode Terburuknya
Bermain di kandang sendiri sejatinya menjadi keuntungan besar, namun Liverpool langsung tertekan setelah Ivan Perisic mencetak gol lewat titik putih pada awal laga. The Reds sempat memberi harapan ketika Dominik Szoboszlai berhasil menyamakan kedudukan, tetapi harapan itu tak bertahan lama.
PSV tampil efektif dan memanfaatkan setiap celah di pertahanan Liverpool. Guus Til membawa tim tamu unggul kembali, sebelum Couhaib Driouech mencetak dua gol tambahan yang memperburuk malam kelam The Reds.
Kekalahan ini menjadi bagian dari tren negatif yang lebih besar—Liverpool mengalami tiga kekalahan beruntun di semua ajang.
Lebih parah lagi, mereka telah menelan sembilan kekalahan dalam 12 laga terakhir. Catatan itu merupakan periode terburuk klub sejak November 1953 hingga Januari 1954. Statistik tersebut bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa kondisi Liverpool tengah berada di titik nadir.
Kejururan Curtis Jones: Fan yang Putus Asa
Curtis Jones tampil di depan media setelah laga dan menunjukkan ketulusan yang jarang terlihat. Tidak ada pembelaan, tidak ada alasan. Ia berbicara apa adanya mengenai situasi klub yang sedang ia bela sejak kecil.
Jones mengaku sama bingungnya dengan para pendukung yang menyaksikan Liverpool bermain buruk. Baginya, apa yang terjadi di lapangan sudah berada di luar batas yang bisa diterima.
"Saya tidak punya jawabannya, saya sama seperti semua orang lainnya. Ini tidak bisa diterima," ujarnya kepada RTE. Ia menambahkan bahwa dirinya sudah melewati fase marah dan sedih.
"Saya bahkan tidak punya kata-kata. Saya seorang fan, saya melihat ini seperti itu," lanjutnya dengan nada kecewa.
Jones juga mengakui bahwa ia belum pernah mengalami tim Liverpool yang tampil seburuk ini sepanjang kariernya. Pengakuan tersebut menggambarkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi skuad Arne Slot.
Tekanan Meningkat untuk Arne Slot dan Skuad Liverpool
Kekalahan besar di Anfield bukan hanya pukulan moral bagi pemain dan pendukung, tetapi juga meningkatkan tekanan pada Arne Slot. Sang pelatih menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan kepercayaan diri tim dan memperbaiki performa yang terus menurun.
Skuad Liverpool terlihat tidak kompak, mudah tertekan, dan sering kehilangan fokus. Rentetan gol yang bersarang di gawang mereka dalam beberapa laga memperlihatkan masalah struktural yang harus segera ditangani. Slot tidak bisa lagi bersembunyi di balik alasan adaptasi taktik atau proses pembangunan tim.
Dengan jadwal padat yang terus berjalan, ruang untuk bereksperimen semakin kecil sementara tuntutan untuk meraih kemenangan semakin besar.
Janji Curtis Jones: Berjuang Meski Terpuruk
Meski frustrasi, Jones tetap menegaskan bahwa para pemain masih memegang rasa bangga terhadap lambang Liverpool yang mereka kenakan. Ia menegaskan bahwa menyerah bukanlah pilihan.
"Kami masih punya lambang ini di dada kami – kami akan selalu berjuang dan mencoba membawa tim ini kembali ke tempat yang seharusnya," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Liverpool tetap menjadi klub besar yang dihormati dunia, dan tugas para pemain adalah membuktikan itu di lapangan. Meski saat ini tim benar-benar terpuruk, Jones yakin perubahan harus dan akan terjadi.
Curtis Jones mungkin berbicara sebagai fan, tetapi kata-katanya mencerminkan harapan seluruh pendukung Liverpool: keinginan untuk melihat The Reds kembali bangkit dari keterpurukan.
Wildan Dwi Aldi Saputra
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap
- Kamis, 15 Januari 2026
Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Tekankan Isra Miraj Jadi Momentum Penguatan Spiritual Umat Beradab
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
BRILink Agen di Jepara Jadi Motor Inklusi Keuangan dan Lapangan Kerja Desa
- Sabtu, 17 Januari 2026
Dari Dunia Kebijakan Global ke Bisnis Anjing Penjaga Elite Bernilai Fantastis
- Sabtu, 17 Januari 2026
Terpopuler
1.
Berapa Modal Usaha Laundry Koin? Ini Rincian dan Tips Suksesnya!
- 17 Januari 2026
2.
Panduan Lengkap Cara Daftar InDriver untuk Pengguna Baru 2026
- 17 Januari 2026
3.
4.
Harga Minyak Dunia Menguat Jelang Libur Panjang Amerika Serikat
- 17 Januari 2026
5.
Produksi BBM Euro Lima Dorong Kemajuan Energi Indonesia
- 17 Januari 2026













