JAKARTA - Kehadiran teknologi tepat guna menjadi faktor penting dalam merespons kondisi darurat pascabencana.
Di tengah keterbatasan infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat yang mendesak, solusi cepat dan terukur sangat dibutuhkan agar aktivitas warga dapat kembali berjalan.
Badan Riset dan Inovasi Nasional memastikan peran riset tidak berhenti pada tataran konsep. Melalui pemanfaatan teknologi Air Siap Minum atau Arsinum, BRIN mengambil langkah konkret untuk membantu masyarakat di wilayah Sumatera yang terdampak bencana.
Baca JugaDua Tren Hunian Villa Premium Mengubah Pasar Properti Canggu
Upaya ini menjadi wujud komitmen lembaga riset nasional untuk menghadirkan manfaat nyata di lapangan. Fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan air bersih dan air layak minum, yang menjadi kebutuhan paling mendasar bagi warga terdampak.
Teknologi Arsinum untuk Kebutuhan Dasar Warga
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria memastikan bahwa teknologi Arsinum yang telah dikerahkan berfungsi secara optimal. Hingga saat ini, tiga unit Arsinum telah dioperasikan di wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Dua unit Arsinum ditempatkan di Kabupaten Aceh Tamiang, sementara satu unit lainnya akan ditempatkan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Penempatan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat urgensi di masing-masing wilayah.
“Kehadiran Arsinum menjadi solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih dan air layak minum di tengah keterbatasan infrastruktur pascabencana,” kata Arif Satria dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Teknologi Arsinum dirancang untuk menghasilkan air siap minum secara langsung di lokasi bencana. Dengan sistem yang praktis dan efisien, Arsinum mampu membantu masyarakat bertahan dalam situasi darurat tanpa harus menunggu pemulihan infrastruktur permanen.
Dukungan Tim Kesehatan dan Pemetaan Lapangan
Selain memastikan operasional Arsinum berjalan optimal, BRIN juga memantau kondisi tim pendukung yang berada di lapangan. Arif Satria menyampaikan bahwa tim kesehatan serta tim survei pemetaan yang diturunkan berada dalam kondisi baik.
Tim-tim tersebut menjalankan tugasnya dengan maksimal untuk mendukung proses tanggap darurat. Kehadiran tenaga kesehatan menjadi penting untuk menjaga kondisi fisik masyarakat terdampak, sekaligus mencegah potensi penyakit pascabencana.
Sementara itu, tim survei pemetaan bertugas mengumpulkan data kondisi wilayah terdampak. Data ini dibutuhkan untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih akurat, baik dalam evakuasi maupun perencanaan rekonstruksi.
Koordinasi antara tim teknologi, kesehatan, dan pemetaan menjadi kunci agar penanganan bencana dapat berjalan efektif. Sinergi ini memungkinkan setiap langkah yang diambil berbasis data dan kebutuhan nyata di lapangan.
Pemanfaatan Drone untuk Rekonstruksi dan Evakuasi
Dalam upaya memperkuat penanganan bencana, BRIN juga mengerahkan teknologi pesawat nirawak atau drone Ground Penetration Radar. Teknologi ini digunakan untuk mendukung proses rekonstruksi serta pencarian dan evakuasi korban.
Drone GPR memiliki kemampuan mendeteksi objek hingga kedalaman 100 meter di bawah permukaan tanah. Fitur ini sangat membantu dalam memetakan kondisi tanah, terutama di wilayah yang rawan longsor atau memiliki struktur tanah tidak stabil.
Dengan data yang dihasilkan, proses pencarian korban dapat dilakukan secara lebih terarah. Selain itu, pemetaan kondisi tanah juga penting untuk menentukan langkah rekonstruksi yang aman dan berkelanjutan.
Menurut Arif, pemanfaatan teknologi berbasis riset menjadi bagian penting dalam percepatan penanganan bencana. Inovasi teknologi memberikan dukungan teknis yang tidak dapat digantikan oleh metode konvensional semata.
Riset Hadir sebagai Solusi Nyata Pascabencana
Arif Satria menegaskan bahwa inovasi tidak boleh berhenti di laboratorium. Riset harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, terutama pada situasi genting seperti pascabencana.
“Riset dan inovasi harus hadir saat dibutuhkan, terutama pada masa-masa genting pascabencana, karena kebermanfaatan yang nyata adalah yang langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Penyediaan air bersih melalui Arsinum hingga dukungan teknis melalui drone GPR menjadi contoh konkret bagaimana hasil riset dapat diterapkan langsung. Pendekatan ini mempercepat pemulihan dan mengurangi beban masyarakat terdampak.
Melalui langkah-langkah tersebut, BRIN berharap hasil riset dan inovasi nasional terus hadir sebagai solusi nyata. Tidak hanya untuk kondisi darurat, tetapi juga sebagai fondasi pembangunan yang lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan.
Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat sasaran, penanganan bencana diharapkan semakin efektif. Kehadiran riset di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa inovasi memiliki peran strategis dalam melindungi dan memulihkan kehidupan warga.
Enday Prasetyo
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap
- Kamis, 15 Januari 2026
Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Tekankan Isra Miraj Jadi Momentum Penguatan Spiritual Umat Beradab
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
2.
Prabowo Dorong Perluasan Sekolah Rakyat untuk Pendidikan Merata
- 17 Januari 2026
3.
4.
BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia Minggu Depan
- 17 Januari 2026
5.
BMKG : Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia Minggu Ini
- 17 Januari 2026













