7 Oleh-oleh Khas Lumajang yang Wajib Dibawa Pulang Saat Liburan
- Senin, 19 Januari 2026
JAKARTA - Lumajang, yang dikenal sebagai "Kota Pisang", menawarkan kekayaan kuliner dan oleh-oleh yang khas. Kota ini menjadi tujuan menarik bagi wisatawan yang ingin membawa pulang kenangan berupa produk lokal unik.
Selain olahan pisang, Lumajang memiliki beragam buah tangan kreatif lainnya. Setiap produk mencerminkan kekayaan alam dan budaya lokal yang autentik.
Keberagaman oleh-oleh membuat wisatawan memiliki banyak pilihan. Produk-produk tersebut menyimpan cita rasa dan karakter khas Lumajang yang sulit dijumpai di daerah lain.
Baca Juga
Keripik Pisang, Ikonik dan Renyah
Keripik pisang adalah oleh-oleh ikonik dari Lumajang. Produk ini memanfaatkan Pisang Agung yang berukuran besar dan manis alami.
Proses pembuatannya dimulai dengan mengiris tipis pisang secara seragam. Irisan kemudian direndam bumbu sederhana dan digoreng hingga kering dan renyah.
Rasa keripik pisang Lumajang umumnya manis dan renyah. Jenis pisang yang digunakan membedakan keripik ini dari daerah lain.
Lokasi penjualan keripik sangat mudah ditemukan. Banyak produsen juga menjual langsung dari rumah produksi agar lebih fresh.
Sale Pisang, Olahan Legendaris dan Tahan Lama
Sale pisang adalah salah satu olahan pisang yang paling populer di Lumajang. Produk ini lahir dari upaya mengawetkan hasil panen pisang sebelum adanya teknologi pendingin modern.
Sale dibuat dengan mengiris tipis pisang lalu dikeringkan atau diasapi. Ada sale basah yang dikeringkan dan sale kering yang dilapisi tepung manis lalu digoreng.
Rasanya khas, memadukan manis alami pisang dan aroma pengeringan yang unik. Sale pisang yang digoreng menambah sensasi renyah dan legit.
Keunikan sale Lumajang terletak pada penggunaan Pisang Agung atau Pisang Raja Nangka. Proses pengeringan yang tepat membuat sale tahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Kue Lathok, Manisan Ketan yang Klasik
Kue Lathok dikenal sebagai manisan ketan tradisional Lumajang. Adonannya terbuat dari tepung ketan, gula, dan santan kelapa yang dimasak hingga kental.
Setelah matang, adonan dipotong persegi panjang atau jajaran genjang. Kue kemudian dijemur agar permukaannya mengering dan daya tahannya lebih lama.
Rasanya manis legit dengan aroma kelapa dan ketan khas. Teksturnya padat, kenyal, dan lengket, berbeda dari kue basah tradisional lainnya.
Keunikan Lathok ada pada daya tahannya dan rasa klasik yang otentik. Kue ini menjadi representasi kuliner tradisional Lumajang yang populer sebagai oleh-oleh.
Bledus, Camilan Jagung Tradisional
Bledus berbahan dasar jagung kering atau pipil. Camilan ini mewakili kekayaan hasil bumi Lumajang sebagai daerah agraris.
Nama Bledus diyakini berasal dari bunyi jagung saat mekar ketika dimasak. Cara pembuatannya dengan merebus biji jagung kering dalam air berkapur atau air khusus hingga empuk.
Rasanya gurih alami berpadu dengan manis dari gula atau kelapa parut. Teksturnya empuk dan kenyal, nyaman di lidah.
Keunikan Bledus ada pada tekstur mekar tanpa digoreng atau dipanggang seperti popcorn. Kini, Bledus juga dikemas higienis di sentra oleh-oleh modern.
Tapis, Tape Pisang Fermentasi Khas
Tapis adalah tape pisang tradisional Lumajang. Proses fermentasinya mirip tape pada umumnya, namun menggunakan Pisang Kepok yang matang sempurna.
Pisang dikukus, didinginkan, lalu ditaburi ragi dan difermentasi 36–48 jam. Hasilnya tape dengan manis alami dan tekstur lembut creamy.
Rasanya memadukan manis pisang dan sedikit asam fermentasi. Tapis menjadi kudapan unik yang digemari wisatawan dan mudah ditemukan di sentra oleh-oleh.
Wedang Cor, Minuman Hangat Tradisional
Wedang Cor adalah minuman hangat khas Lumajang. Terbuat dari tape singkong, jahe bakar, dan gula merah, diseduh dengan air panas.
Nama "Cor" berasal dari proses menuang air panas untuk melarutkan bahan. Minuman ini memberikan sensasi hangat dan tekstur menyerupai bubur di dasar gelas.
Rasanya perpaduan pedas hangat jahe, manis legit gula merah, dan sedikit asam fermentasi. Wedang Cor populer saat musim hujan atau dingin.
Selain dijual di warung tradisional, kini tersedia juga versi bubuk instan. Produk ini memudahkan wisatawan menikmati minuman hangat khas Lumajang di mana saja.
Ketan Koro, Perpaduan Ketan dan Kacang Lokal
Ketan Koro memadukan beras ketan dan kacang koro lokal. Penganan ini menunjukkan kreativitas warga Lumajang dalam memanfaatkan hasil bumi selain pisang.
Beras ketan dimasak hingga lengket, dicampur kacang koro rebus, lalu dibentuk padat. Sering disajikan dengan parutan kelapa muda di atasnya untuk rasa gurih lebih kaya.
Rasa Ketan Koro menawarkan kombinasi manis gurih dan tekstur pulen dari kacang. Camilan ini mengenyangkan dan cocok dijadikan sarapan atau oleh-oleh.
Lokasinya mudah ditemukan di pasar tradisional dan sentra oleh-oleh Lumajang. Biasanya dijual oleh pedagang kaki lima atau pusat jajanan subuh.
Dengan tujuh pilihan oleh-oleh ini, wisatawan memiliki banyak alternatif membawa pulang kenangan Lumajang. Setiap produk menyimpan cita rasa khas dan cerita budaya lokal yang unik.
Jangan lupa mencoba semua rekomendasi oleh-oleh saat berkunjung ke Lumajang. Dari keripik pisang hingga Wedang Cor, setiap produk menawarkan sensasi rasa yang autentik dan otentik.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Rahasia Membuat Kolak Kental dan Gurih yang Bikin Lidah Ketagihan Saat Puasa
- Senin, 19 Januari 2026
3 Spot Mochi Hits di Blok M yang Wajib Dicoba Para Pecinta Camilan Kenyal
- Senin, 19 Januari 2026
3 Warkop 24 Jam di Surabaya yang Wajib Dikunjungi Pencinta Nongkrong Malam
- Senin, 19 Januari 2026
5 Makanan Alami yang Ampuh Tingkatkan Kekebalan Tubuh Secara Maksimal
- Senin, 19 Januari 2026
Berita Lainnya
Andalan Nasabah, Akselerasi Transaksi Livin by Mandiri Perkuat Inklusi Keuangan
- Senin, 19 Januari 2026
Asosiasi Industri TPT Soroti Wacana BUMN Tekstil Pemerintah Danantara Tahun 2026
- Senin, 19 Januari 2026
PLN Pulihkan Listrik Aceh Pasca Bencana, Hampir Seluruh Desa Kembali Terang
- Senin, 19 Januari 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Cetak Rekor Tertinggi Tembus Rp2.703.000 Gram
- Senin, 19 Januari 2026












