Selasa, 20 Januari 2026

Inilah Modal Usaha Ayam Geprek, Panduan Lengkap untuk Pemula 2026

Inilah Modal Usaha Ayam Geprek, Panduan Lengkap untuk Pemula 2026
modal usaha ayam geprek

Jakarta - Modal usaha ayam geprek memang menjadi salah satu pilihan bisnis kuliner yang menjanjikan. 

Ayam geprek sendiri, dengan tekstur gorengan renyah yang dipadukan sambal pedas, sudah digemari banyak orang dari berbagai kalangan. 

Keuntungan bisnis ini cukup menjanjikan karena biaya awal yang diperlukan relatif fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kemampuan pemula. 

Baca Juga

Bisa Menggunakan Ponsel, 3 Cara Cek NPWP Online dengan NIK 2026

Selain itu, strategi pemasaran yang tepat, penentuan lokasi usaha yang strategis, dan kualitas produk yang konsisten akan meningkatkan peluang sukses.

Dengan perencanaan matang, modal usaha ayam geprek bisa dioptimalkan untuk membuka usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan.

Potensi Usaha Ayam Geprek Gerobakan di 2026

Ayam geprek tetap menjadi favorit meskipun banyak tren kuliner baru bermunculan. Hingga tahun 2026, bisnis ini masih menarik minat banyak orang karena beberapa faktor berikut:

  • Rasa yang digemari banyak orang: Kombinasi pedas dan gurih membuatnya mudah diterima oleh berbagai kalangan.
  • Bisa dijalankan dari rumah: Usaha ini tidak memerlukan tempat besar; cukup di halaman rumah atau pinggir jalan.
  • Modal terjangkau, keuntungan menarik: Sangat sesuai bagi pemula yang ingin mencoba bisnis kuliner dengan risiko rendah.
  • Fleksibilitas produk: Ayam geprek bisa dikreasikan dengan berbagai topping, tingkat kepedasan, atau tambahan menu seperti lalapan dan sambal spesial.

Dengan modal awal yang relatif kecil, usaha ayam geprek berbentuk gerobak dapat memberikan penghasilan harian yang stabil dan memiliki potensi berkembang menjadi warung makan atau merek lokal yang dikenal luas.

Estimasi Modal Awal Usaha Ayam Geprek

Modal usaha ayam geprek harus dipersiapkan dengan matang agar bisnis bisa berjalan lancar dan efisien. Berikut adalah rincian perkiraan kebutuhan awal:

  1. Peralatan dapur
    Kompor gas, wajan, alat penggorengan, panci, dan perlengkapan pendukung lainnya (~Rp2–5 juta). 

Peralatan berkualitas penting untuk memastikan proses memasak berjalan lancar dan tahan lama. Investasi ini akan sangat memengaruhi efisiensi operasional harian.

  1. Bahan baku awal
    Ayam, tepung, bumbu, dan minyak goreng (~Rp1–2 juta). Gunakan bahan berkualitas untuk menjaga cita rasa ayam geprek tetap lezat dan kompetitif. 

Bisa juga menjalin kerja sama dengan supplier lokal agar harga lebih terjangkau jika membeli dalam jumlah banyak.

  1. Sewa tempat (opsional)
    Biaya sewa dapat berkisar Rp500 ribu hingga Rp5 juta tergantung lokasi. Jika ingin memulai dengan modal minim, bisa berjualan dari rumah menggunakan sistem pre-order atau memanfaatkan platform online untuk menjual produk.
  2. Promosi dan branding
    Desain logo, spanduk, dan iklan digital (~Rp500 ribu–2 juta). Branding yang baik membantu meningkatkan daya tarik usaha dan membangun pengenalan merek di mata konsumen.

Secara keseluruhan, estimasi modal awal berkisar antara Rp4 juta hingga Rp10 juta, tergantung skala usaha yang direncanakan. 

Memulai dengan modal kecil dan strategi tepat memungkinkan bisnis tumbuh secara bertahap dan berkelanjutan.

Perkiraan Biaya Operasional Harian

Selain memperhitungkan modal awal, penting juga menghitung biaya operasional harian agar kamu dapat memperkirakan kapan usaha mulai menghasilkan keuntungan. Berikut adalah perkiraan komponen biaya operasional:

Komponen

Estimasi Harian (Rp)

Bahan baku ayam (5 kg)200.000
Beras dan bumbu80.000
Minyak goreng50.000
Gas LPG25.000
Kemasan30.000
Lain-lain (es batu, plastik, tisu)20.000

Total biaya operasional per hari sekitar Rp405.000.

Jika harga satu porsi ayam geprek dengan nasi dijual Rp18.000 dan rata-rata terjual 40 porsi setiap hari, omzet harian bisa mencapai Rp720.000. Setelah dikurangi biaya operasional, keuntungan bersih harian diperkirakan sekitar Rp300.000.

Dengan perhitungan ini, modal awal yang telah dikeluarkan dapat kembali dalam kisaran 25–30 hari, tergantung jumlah penjualan harian dan lokasi usaha yang dipilih.

Strategi Menekan Biaya Tanpa Mengorbankan Kualitas

Jika modal terbatas, jangan panik! Ada beberapa cara untuk tetap menjaga kualitas usaha tanpa membebani pengeluaran:

  • Temukan pemasok bahan baku dengan harga lebih terjangkau namun tetap berkualitas.
  • Pilih peralatan yang awet dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan agar lebih efisien.
  • Maksimalkan penggunaan area rumah sebagai tempat usaha untuk mengurangi biaya sewa.
  • Mulai dari skala kecil dan kembangkan secara bertahap sesuai permintaan pelanggan.

Tips Pemasaran yang Efektif

Setelah menyiapkan modal dan strategi, tahap berikutnya adalah memperkenalkan produk ke pasar. Beberapa cara efektif untuk menarik pembeli antara lain:

  • Maksimalkan media sosial: Buat konten menarik di Instagram, Facebook, dan TikTok untuk mempromosikan produk.
  • Berikan promo spesial: Diskon untuk pembelian pertama atau paket hemat bisa menarik pelanggan baru.
  • Kerja sama dengan layanan antar: Daftarkan usaha di platform seperti GoFood atau GrabFood agar jangkauan lebih luas.
  • Manfaatkan rekomendasi pelanggan: Ajak konsumen yang puas untuk menyebarkan kabar tentang usaha Anda ke teman dan keluarga.

Proyeksi Keuntungan dan Balik Modal

Berapa keuntungan yang bisa diperoleh dari bisnis ayam geprek? Berikut perhitungan sederhana:

  • Harga jual per porsi: Rp15.000
  • Biaya produksi per porsi: Rp7.000
  • Laba per porsi: Rp8.000
  • Target penjualan harian: 50 porsi
  • Keuntungan harian: Rp400.000

Jika usaha berjalan konsisten dengan penjualan 50 porsi per hari, keuntungan selama sebulan (30 hari) bisa mencapai sekitar Rp12 juta. Semakin tinggi volume penjualan, keuntungan yang diperoleh tentu akan lebih besar.

Untuk mencapai balik modal, dengan asumsi modal awal sekitar Rp10 juta dan keuntungan harian Rp400.000, titik impas bisa dicapai dalam waktu 1–3 bulan. 

Dengan manajemen operasional dan strategi pemasaran yang baik, usaha ini berpotensi berkembang lebih cepat dan menghasilkan keuntungan lebih tinggi dalam jangka panjang.

Tips Sukses Jalankan Usaha Ayam Geprek Gerobakan

Berikut beberapa tips untuk mengoptimalkan bisnis ayam geprek:

  1. Pilih lokasi strategis – Tempatkan gerai di area dengan banyak orang, misalnya dekat sekolah, kampus, atau perkantoran.
  2. Pertahankan rasa konsisten – Pelanggan akan kembali jika rasa ayam geprek selalu sama dan khas.
  3. Gunakan bahan segar dan minyak baru – Menjamin kualitas makanan dan cita rasa tetap optimal.
  4. Pilih kemasan menarik – Tampilan yang menarik meningkatkan kesan positif pelanggan.
  5. Manfaatkan promosi online – Gunakan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business untuk menjangkau audiens lebih luas.

Sebagai penutup, dengan perencanaan matang dan strategi tepat, modal usaha ayam geprek bisa cepat balik modal dan membuka peluang keuntungan yang menjanjikan.

Enday Prasetyo

Enday Prasetyo

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Produksi Lokal Geely EX2 Dimulai Mobil Listrik Terjangkau Perkuat Industri Otomotif Nasional

Produksi Lokal Geely EX2 Dimulai Mobil Listrik Terjangkau Perkuat Industri Otomotif Nasional

Harga Mobil Listrik BYD Terbaru Januari 2026 Lengkap Semua Model Indonesia

Harga Mobil Listrik BYD Terbaru Januari 2026 Lengkap Semua Model Indonesia

IIMS 2026 Perkuat Jejaring Industri Otomotif Lewat Turnamen Golf Eksklusif Nasional

IIMS 2026 Perkuat Jejaring Industri Otomotif Lewat Turnamen Golf Eksklusif Nasional

XPENG Perkuat Dominasi Otomotif ASEAN Lewat Investasi Global Dan Strategi Lokal

XPENG Perkuat Dominasi Otomotif ASEAN Lewat Investasi Global Dan Strategi Lokal

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Januari Wilayah Indonesia Diminta Waspada

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Januari Wilayah Indonesia Diminta Waspada