Wijaya Karya Bidik Kenaikan Kontrak Baru 10 Persen Tahun 2026 dengan Strategi Tersusun
- Selasa, 20 Januari 2026
JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membidik pertumbuhan nilai kontrak baru sebesar 10% secara tahunan (YoY) pada tahun 2026. Target ini disiapkan seiring dengan rencana perusahaan untuk memperkuat kinerja keuangan dan meningkatkan efisiensi operasional.
Sekretaris Perusahaan WIKA, Ngatemin, mengatakan perusahaan fokus pada tiga pilar utama. Strategi tersebut meliputi restrukturisasi komprehensif, divestasi aset serta pemulihan piutang, dan peningkatan operational excellence untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
“Perusahaan juga menargetkan kinerja unggul dengan fokus menjaga stabilitas keuangan dan cash flow sebagai langkah fundamental,” ucap Ngatemin kepada Kontan, Jumat, 12 Desember 2025. Strategi ini menjadi fondasi agar WIKA dapat mengeksekusi proyek dengan lancar dan menghasilkan kinerja yang sehat.
Baca JugaDAMRI Hadirkan Rute Jogja–Semarang PP, Mudahkan Wisatawan dan Masyarakat
Pilar Strategis Pemulihan Kinerja WIKA
Restrukturisasi komprehensif menjadi salah satu pilar utama WIKA. Langkah ini bertujuan menata ulang struktur perusahaan agar lebih efisien dan siap menghadapi tantangan industri konstruksi di 2026.
Selain itu, divestasi aset dan pemulihan piutang dilakukan untuk menambah likuiditas perusahaan. Proses ini diharapkan dapat memperkuat cash flow sehingga proyek strategis dapat berjalan tanpa hambatan keuangan.
Operational excellence menjadi pilar ketiga yang difokuskan WIKA. Dengan meningkatkan standar kerja dan proses bisnis, perusahaan dapat mempercepat eksekusi proyek dan memaksimalkan efisiensi operasional.
Ngatemin menegaskan bahwa ketiga pilar ini bersinergi untuk memastikan WIKA mampu mencapai target pertumbuhan kontrak baru. Fokus pada stabilitas keuangan juga menjadi faktor kunci agar perusahaan tetap tangguh menghadapi tekanan pasar.
Sumber Pertumbuhan Kontrak Baru
Ngatemin menyebut, kenaikan 10% diproyeksikan berasal dari proyek strategis di berbagai sektor. Sektor tersebut meliputi infrastruktur, gedung, industri, dan hilirisasi, baik yang berasal dari pemerintah pusat, daerah, maupun swasta.
Hingga November 2025, total nilai kontrak WIKA telah mencapai Rp 10,33 triliun. Nilai ini meningkat sebesar Rp 2,5 triliun dibandingkan capaian per Oktober 2025, menunjukkan tren positif di akhir tahun.
Raihan kontrak baru WIKA berasal dari beberapa sektor utama. Infrastruktur dan gedung menyumbang 49%, sektor industri penunjang konstruksi 44%, sektor EPC 3%, dan sektor properti 3% dari total kontrak.
Data ini menunjukkan optimisme mulai muncul di sektor konstruksi. Permintaan proyek baik dari pemerintah maupun swasta dinilai menjadi pemicu pertumbuhan kontrak baru WIKA.
Proyeksi Kinerja dan Tantangan 2026
Dengan strategi dan pilar yang jelas, WIKA menargetkan kinerja unggul pada tahun 2026. Perusahaan ingin menjaga stabilitas keuangan sekaligus memaksimalkan peluang proyek strategis di seluruh Indonesia.
Ngatemin menyebut, pertumbuhan 10% akan dicapai dengan mengoptimalkan kapasitas yang ada dan memanfaatkan peluang proyek baru. Fokus pada kualitas eksekusi proyek menjadi kunci agar kontrak dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar.
Perusahaan juga menyoroti sektor industri dan hilirisasi sebagai pendorong pertumbuhan. Proyek-proyek di sektor ini dinilai lebih stabil dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai kontrak baru.
Sektor infrastruktur tetap menjadi fokus utama WIKA. Investasi pemerintah dalam pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas publik diprediksi menjadi peluang besar bagi perusahaan di 2026.
Selain itu, WIKA menekankan pentingnya efisiensi operasional. Dengan mengoptimalkan proses bisnis dan penggunaan sumber daya, perusahaan dapat meningkatkan profitabilitas sekaligus menjaga kualitas proyek.
Optimisme Pertumbuhan di Akhir Tahun 2025
Capaian kontrak hingga November 2025 menjadi indikator positif bagi WIKA. Lonjakan nilai kontrak sebesar Rp 2,5 triliun dibandingkan bulan sebelumnya mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap perusahaan.
Ngatemin menilai tren ini menunjukkan gairah sektor konstruksi mulai menggeliat. Proyek-proyek baru baik dari pemerintah maupun swasta diharapkan terus meningkat menjelang tahun 2026.
Perusahaan optimistis target kenaikan 10% dapat tercapai jika strategi pilar dijalankan dengan disiplin. Langkah-langkah pemulihan kinerja keuangan, divestasi aset, dan operational excellence menjadi fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan WIKA.
Selain itu, efisiensi operasional yang berkelanjutan diproyeksikan memperkuat daya saing WIKA. Perusahaan juga terus memantau peluang proyek strategis untuk memaksimalkan portofolio kontrak di berbagai sektor.
Dengan fokus pada stabilitas keuangan, WIKA dapat menghadapi fluktuasi pasar dan tantangan industri. Upaya ini memungkinkan perusahaan mempertahankan posisi kuat dan reputasi di sektor konstruksi nasional.
Secara keseluruhan, target pertumbuhan kontrak baru WIKA bukan sekadar angka. Strategi yang jelas, fokus pada operational excellence, dan pemanfaatan peluang proyek strategis menjadi kunci keberhasilan perusahaan di 2026.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Harga Perak Naik Hari Ini, 20 Januari 2026, Investor Sambut Peluang Safe-Haven
- Selasa, 20 Januari 2026
Lonjakan Harga Buyback Emas Antam di Januari 2026 Membuat Investor Semakin Antusias
- Selasa, 20 Januari 2026
Berita Lainnya
PGEO Perkuat Peran Energi Bersih Lewat Panas Bumi Green Hydrogen Terintegrasi
- Selasa, 20 Januari 2026
Pergerakan Komoditas Global Awal Pekan Minyak Stabil CPO Datar Logam Menguat
- Selasa, 20 Januari 2026
Pilihan Rumah Murah Purworejo Jawa Tengah Mulai 150 Jutaan Masih Tersedia
- Selasa, 20 Januari 2026
FIFA Series 2026 Jadi Ujian Global Timnas Indonesia Erick Thohir Tekankan Makna
- Selasa, 20 Januari 2026
Manchester United Pertimbangkan Oliver Glasner Setelah Pujian Tinggi Ralf Rangnick Menguat
- Selasa, 20 Januari 2026













