Kebiasaan Konsumsi Telur Mentah yang Dianggap Sehat Ternyata Berisiko bagi Tubuh
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Sebagian orang percaya bahwa mengonsumsi telur mentah bisa memberikan energi ekstra dan manfaat kesehatan instan. Kebiasaan ini bahkan masih dilakukan hingga sekarang, baik dicampur susu, jamu, maupun diminum langsung.
Padahal, kebiasaan tersebut menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele. Banyak anggapan keliru yang berkembang di masyarakat tentang manfaat telur mentah dibandingkan telur matang.
Mengonsumsi telur mentah bersama susu atau jamu telah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit yang mengonsumsi telur mentah secara langsung.
Baca JugaResep Camilan Tepung Tapioka Kenyal Mudah Dibuat Favorit Keluarga Di Rumah
Kebiasaan ini sering dilakukan dengan tujuan meningkatkan stamina tubuh. Sebagian orang juga menganggap telur mentah lebih alami dan lebih bergizi dibandingkan telur matang.
Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh ilmu gizi modern. Para ahli justru menekankan bahwa telur mentah memiliki potensi bahaya yang lebih besar dibandingkan manfaatnya.
Ahli Gizi UGM, Dr. Toto Sudargo sebagaimana dikabarkan UGM dalam laman beritanya, menjelaskan bahwa konsumsi telur mentah berbahaya bagi kesehatan. Ia menegaskan bahwa cara konsumsi yang keliru justru dapat merugikan tubuh.
Sayangnya, banyak berkembang pemahaman di masyarakat konsumsi telur mentah bisa meningkatkan kadar protein dalam tubuh dan membuat stamina lebih segar. Toto mengatakan bahwa pemahaman itu keliru.
Menurutnya, tubuh tidak dapat memanfaatkan protein telur mentah secara optimal. Justru, proses pemasakan membuat protein lebih mudah diserap oleh tubuh.
Penyerapan Protein Lebih Optimal Jika Telur Matang
Dalam sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di International Journal of Food Sciences and Nutrition tahun 2004, seperti dijelaskan Toto, penyerapan protein oleh tubuh justru lebih banyak didapatkan dari konsumsi telur yang sudah matang. Hal ini membuktikan bahwa anggapan telur mentah lebih bergizi tidak sesuai dengan hasil riset ilmiah.
Pada keadaan mentah, protein yang dapat diserap tubuh hanya sebesar 50 persen. Sedangkan dalam keadaan telur telah matang, protein yang diserap tubuh mampu mencapai 90 persen.
Perbedaan angka ini menunjukkan bahwa memasak telur memberikan keuntungan besar dari sisi nutrisi. Tubuh bisa memperoleh hampir dua kali lipat protein dibandingkan mengonsumsi telur mentah.
Protein sendiri merupakan zat gizi penting untuk membangun jaringan tubuh. Protein juga berperan dalam pembentukan hormon, enzim, serta menjaga daya tahan tubuh.
Jika protein tidak terserap optimal, maka manfaat telur pun tidak akan maksimal. Oleh karena itu, cara pengolahan telur sangat menentukan nilai gizinya.
Banyak orang memilih telur mentah karena mengira panas dapat merusak nutrisi. Padahal, justru pemanasan membantu tubuh mencerna protein dengan lebih efektif.
Telur matang tetap mempertahankan sebagian besar kandungan nutrisinya. Bahkan, beberapa zat gizi justru menjadi lebih mudah dimanfaatkan tubuh setelah dimasak.
Dengan demikian, mengonsumsi telur matang jauh lebih menguntungkan dibandingkan telur mentah. Selain aman, manfaat gizinya pun dapat diperoleh secara maksimal.
Kandungan Avidin dan Risiko Kekurangan Biotin
Dalam putih telur dikatakan Toto mengandung avidin, yaitu zat protein yang bisa berefek negatif bagi tubuh karena kemampuannya dalam mengikat biotin. Zat ini dapat menghambat penyerapan biotin dalam tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Biotin merupakan vitamin B7 yang larut dalam air dan diperlukan tubuh dalam proses metabolisme serta pencernaan gula dalam darah. Kekurangan biotin dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
Biotin berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Selain itu, vitamin ini juga mendukung fungsi sistem saraf dan metabolisme energi.
Jika biotin terikat oleh avidin, maka tubuh tidak dapat memanfaatkannya secara optimal. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, gangguan kulit, hingga masalah metabolisme.
Avidin dalam putih telur mentah akan rusak ketika terkena panas. Oleh karena itu, memasak telur dapat menghilangkan efek negatif avidin tersebut.
Dengan mengonsumsi telur matang, risiko gangguan penyerapan biotin dapat dihindari. Tubuh pun dapat memanfaatkan nutrisi telur secara lebih aman dan efektif.
Masalah ini jarang disadari oleh masyarakat umum. Banyak orang hanya fokus pada kandungan protein tanpa memahami dampak zat lain di dalam telur mentah.
Padahal, konsumsi telur mentah dalam jangka panjang bisa berisiko bagi keseimbangan nutrisi tubuh. Risiko ini menjadi semakin besar jika dilakukan secara rutin.
Oleh karena itu, cara terbaik menikmati telur adalah dengan mengolahnya terlebih dahulu. Proses pemasakan sederhana sudah cukup untuk meningkatkan keamanannya.
Risiko Infeksi Salmonella dari Telur Mentah
Bahaya lain dari konsumsi telur mentah adalah rentan infeksi bakteri Salmonella. Bakteri ini bisa menembus cangkang telur dan masuk hingga ke bagian putih telur.
Apabila telur dalam kondisi tidak bersih/kotor dari peternakan, peluang infeksi Salmonella karena konsumsi telur mentah sangat besar. Risiko ini dapat meningkat jika telur disimpan dalam kondisi yang tidak higienis.
Salmonella merupakan bakteri yang dapat menyebabkan gangguan serius pada saluran pencernaan. Infeksi ini dapat terjadi hanya dari konsumsi satu telur mentah yang terkontaminasi.
"Infeksi Salmonella bisa memicu kejang, mual, muntah, diare, bahkan kematian. Jadi sebenarnya banyak efek buruknya daripada manfaat yang didapat dari konsumsi telur mentah ini," terang Dosen Departemen Gisi Kesehatan FKKMK UGM ini.
Gejala infeksi Salmonella biasanya muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah konsumsi. Kondisi ini bisa sangat berbahaya bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Infeksi berat dapat menyebabkan dehidrasi parah akibat muntah dan diare berkepanjangan. Dalam kondisi tertentu, penderita bahkan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
Proses pemasakan telur hingga matang dapat membunuh bakteri Salmonella. Oleh karena itu, telur matang jauh lebih aman dikonsumsi dibandingkan telur mentah.
Masyarakat sering menganggap telur yang tampak bersih pasti aman. Padahal, bakteri dapat menempel pada cangkang dan masuk ke dalam telur tanpa terlihat.
Telur mentah juga sering digunakan dalam minuman atau campuran makanan tanpa pemanasan. Praktik ini meningkatkan risiko penularan penyakit bawaan makanan.
Dengan memasak telur hingga matang sempurna, risiko tersebut dapat diminimalkan secara signifikan. Langkah sederhana ini sangat penting untuk menjaga kesehatan.
Kandungan Gizi Telur Tetap Optimal Jika Dimasak
Telur sarat akan kandungan gizi dan vitamin. Dalam telur kaya akan kandungan vitamin A dan vitamin D.
Selain itu, telur juga mengandung protein, lemak, omega 3, omega 6, kalsium, fosfor, potassium, serta sodium, serta kolesterol. Semua zat gizi tersebut berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh.
Vitamin A berperan dalam menjaga kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh. Vitamin D membantu penyerapan kalsium dan menjaga kekuatan tulang.
Protein dalam telur mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Lemak sehat seperti omega 3 dan omega 6 membantu menjaga kesehatan jantung dan otak.
Mineral seperti kalsium dan fosfor penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Kalium dan sodium berperan dalam menjaga keseimbangan cairan serta fungsi otot dan saraf.
Kolesterol dalam telur juga dibutuhkan tubuh dalam jumlah tertentu. Zat ini berperan dalam pembentukan hormon dan struktur membran sel.
Semua kandungan gizi tersebut tetap tersedia meskipun telur dimasak. Bahkan, beberapa zat gizi justru lebih mudah diserap setelah proses pemanasan.
Dengan demikian, memasak telur tidak mengurangi manfaatnya secara signifikan. Sebaliknya, memasak justru meningkatkan keamanan dan daya serap nutrisi.
Cara pengolahan telur juga beragam dan fleksibel. Telur dapat direbus, digoreng, dikukus, atau diolah menjadi berbagai menu sehat.
Dengan pengolahan yang tepat, telur dapat menjadi sumber nutrisi harian yang aman dan terjangkau. Kebiasaan ini jauh lebih baik dibandingkan konsumsi telur mentah.
Masyarakat perlu memahami bahwa manfaat telur tidak terletak pada kondisi mentahnya. Justru, proses memasak adalah kunci untuk memperoleh manfaat maksimal tanpa risiko kesehatan.
Mengganti kebiasaan konsumsi telur mentah dengan telur matang merupakan langkah sederhana namun penting. Langkah ini dapat melindungi tubuh dari infeksi dan gangguan penyerapan nutrisi.
Dengan informasi yang tepat, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memilih cara konsumsi telur. Telur tetap menjadi sumber gizi unggulan jika dikonsumsi secara aman dan benar.
Zahra Kurniawati
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
PLN DIY Lakukan Pemeliharaan Jaringan Distribusi Listrik Rabu 4 Februari 2026
- Rabu, 04 Februari 2026
7 Rekomendasi Cushion Brand Lokal untuk Kulit Kering yang Bikin Makeup Tahan Lama
- Rabu, 04 Februari 2026
Kenali 8 Gejala Awal Diabetes yang Sering Terabaikan tapi Perlu Diwaspadai
- Rabu, 04 Februari 2026
Harga Oppo Reno 15 Series Mulai Rp5,5 Juta, Siap Pre-Order Februari 2026
- Rabu, 04 Februari 2026
Review Samsung Galaxy S21 Ultra: Performa Kencang, Layar AMOLED, Baterai Tahan Lama
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Ide Kombinasi Jus Seledri Dengan Buah Dan Sayur Segar Penuh Manfaat
- Rabu, 04 Februari 2026
Cara Membuat Roti Sobek Rumahan Lembut Potensi Usaha Kuliner Menjanjikan Tahun 2026
- Rabu, 04 Februari 2026
Resep Tahu Berontak Khas Padang Gurih Renyah Camilan Favorit Sepanjang Masa
- Rabu, 04 Februari 2026
Resep Acar Bawang Merah Segar Pelengkap Hidangan Lezat Kaya Manfaat Alami
- Rabu, 04 Februari 2026













