Program Beras Haji Nusantara Diperkenalkan untuk Memberdayakan Produk Lokal dan Kualitas Menu Jamaah Haji 1447H
- Selasa, 10 Februari 2026
JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memperkenalkan program Beras Haji Nusantara sebagai langkah pemerintah memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah calon haji Indonesia 1447 Hijriah/2026 Masehi. Program ini bertujuan menjamin asupan pangan berkualitas sekaligus memberdayakan produk beras dalam negeri di Arab Saudi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jamaah haji kita memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara,” ujar Gus Irfan di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. Inisiatif ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman kuliner Indonesia yang autentik bagi jamaah selama ibadah haji.
Melalui program ini, pemerintah menekankan penggunaan beras premium dengan spesifikasi long grain dan tingkat pecahan (broken) maksimal 5 persen. Langkah ini sekaligus menjadi standar baru dalam penyediaan konsumsi haji untuk memastikan kualitas konsisten di seluruh dapur layanan.
Baca JugaLangkah Diplomatik Prabowo Subianto Pastikan Hadir Dalam Rapat Perdana Penting Board Of Peace
Kebutuhan Beras dan Menu Jamaah Haji 1447H
Total kebutuhan beras untuk 205.420 orang, termasuk jamaah reguler dan petugas, mencapai 2.280 ton. Jumlah ini dihitung berdasarkan frekuensi makan jamaah, yaitu 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan enam kali di wilayah Armuzna.
Dalam komposisi menu, setiap porsi nasi memiliki berat 170 gram, dipadukan lauk 80 gram, sayur 75 gram, serta air mineral dan pelengkap lainnya. Standarisasi ini diharapkan membuat menu jamaah lebih terukur dan berkualitas tinggi, sesuai dengan kebutuhan gizi.
Selama ini, dapur penyedia layanan di Arab Saudi umumnya menggunakan beras komoditas negara lain dengan harga pasar sekitar 150 SAR per 40 kg atau setara Rp16.824 per kg. Dengan program Beras Haji Nusantara, pemerintah menargetkan harga beras di dapur penyedia layanan mencapai Rp16.000 per kg.
Langkah ini juga menjadi strategi efisiensi sekaligus standardisasi menu untuk jamaah haji Indonesia. Pemerintah menilai bahwa penggunaan beras lokal dapat menjaga kualitas rasa, gizi, dan daya terima jamaah.
Tantangan Implementasi Beras Haji Nusantara
Kemenhaj mengidentifikasi beberapa tantangan dalam penerapan program ini. Salah satunya adalah mekanisme penggunaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memerlukan penugasan melalui rakortas di tingkat Menko Pangan.
Selain itu, penyesuaian kualitas beras dari medium ke premium juga menjadi fokus perhatian. Pemerintah menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian/lembaga agar target kualitas dan distribusi beras terpenuhi sesuai rencana.
Gus Irfan menyebutkan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kerja sama erat antara KUH, dapur penyedia layanan, dan ekosistem pangan di Arab Saudi. Hal ini termasuk memastikan ketersediaan beras premium dan mengatur logistik distribusi agar tepat waktu dan sesuai standar.
Langkah Konkret untuk Mensukseskan Program Beras Haji Nusantara
“Untuk menyukseskan rencana ini, kami akan segera melakukan beberapa langkah konkret, antara lain membentuk Pokja Beras Haji Nusantara lintas kementerian/lembaga dan mewajibkan penggunaan beras Indonesia bagi seluruh dapur penyedia layanan melalui penugasan Kantor Urusan Haji (KUH),” kata Gus Irfan.
Koordinasi dengan Menko Pangan akan dilakukan terkait mekanisme Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Haji atas persetujuan Presiden. Pemerintah juga akan membahas Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk memberikan subsidi agar harga beras tetap kompetitif bagi dapur penyedia layanan.
Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk menjaga ekosistem dapur haji agar tetap stabil dan mampu menyerap produk beras lokal. Penetapan harga yang kompetitif diharapkan membuat seluruh pihak, termasuk penyedia layanan, menerima program Beras Haji Nusantara dengan baik.
Manfaat Program bagi Jamaah dan Produk Lokal
Program ini tidak hanya menjamin kualitas konsumsi bagi jamaah, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan produk beras Indonesia. Dengan demikian, program Beras Haji Nusantara sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendukung ekonomi lokal melalui penggunaan produk dalam negeri.
Selain aspek kualitas, keberadaan program ini diharapkan meningkatkan pengalaman jamaah dalam menikmati cita rasa nusantara selama ibadah. Rasanya yang konsisten dan standar gizi yang terjaga akan membuat konsumsi jamaah lebih nyaman dan sehat.
Penerapan Beras Haji Nusantara juga dapat menjadi model bagi pengelolaan logistik pangan dalam penyelenggaraan haji. Pengalaman ini bisa dijadikan referensi untuk inovasi menu dan distribusi pangan pada penyelenggaraan ibadah haji di tahun-tahun berikutnya.
Gus Irfan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memantau implementasi program. Dengan koordinasi yang baik antar kementerian dan pemangku kepentingan, program ini diharapkan berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan jamaah secara maksimal.
Program Beras Haji Nusantara menjadi bukti nyata inovasi pemerintah dalam menggabungkan kualitas pangan, efisiensi logistik, dan pemberdayaan produk lokal. Langkah ini diharapkan mendukung kenyamanan jamaah sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang peduli terhadap kualitas konsumsi warganya.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mobil Listrik China Makin Populer Dan Diminati Kalangan Generasi Muda Indonesia
- Selasa, 10 Februari 2026
Farizon Menawarkan Mobil Listrik Niaga Sebagai Solusi Logistik Modern Ramah Lingkungan
- Selasa, 10 Februari 2026
Evolusi Kecerdasan Otomotif Mengubah Total Pengalaman Berkendara Di Era Modern 2026
- Selasa, 10 Februari 2026
Era Baru Otomotif Mobil Lebih Pintar Pengemudi Lebih Aman Dan Efisien
- Selasa, 10 Februari 2026
Berita Lainnya
Farizon Menawarkan Mobil Listrik Niaga Sebagai Solusi Logistik Modern Ramah Lingkungan
- Selasa, 10 Februari 2026
Evolusi Kecerdasan Otomotif Mengubah Total Pengalaman Berkendara Di Era Modern 2026
- Selasa, 10 Februari 2026
Era Baru Otomotif Mobil Lebih Pintar Pengemudi Lebih Aman Dan Efisien
- Selasa, 10 Februari 2026








