Kemendikdasmen Terapkan Green Meeting dan Green Time untuk Mendukung Gerakan Indonesia ASRI Secara Nyata
- Selasa, 10 Februari 2026
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan konsep green meeting untuk mendukung gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini menandai upaya konkret kementerian dalam mengurangi sampah plastik di lingkungan internal.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyatakan pihaknya mulai mengurangi pemakaian air minum dalam kemasan pada setiap kegiatan rapat internal. “Yang lain-lain, yang baru secara penyelenggaraan, kami tidak ada minuman yang di dalam botol plastik. Jadi, kami mulai menyelenggarakan green meeting, tidak ada lagi minuman dalam kemasan plastik. Ini langsung menjawab apa yang menjadi arahan Pak Presiden terkait gerakan ASRI,” katanya di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Selasa, 10 Februari 2026.
Dengan kebijakan ini, setiap rapat kini hanya menggunakan dispenser air minum. Pegawai diimbau membawa botol minum atau tumbler masing-masing untuk meminimalkan sampah plastik.
Baca JugaLangkah Diplomatik Prabowo Subianto Pastikan Hadir Dalam Rapat Perdana Penting Board Of Peace
Membangun Budaya Bersih dan Sadar Lingkungan
Mendikdasmen Mu’ti menegaskan, gerakan ini bertujuan membangun budaya bersih, sadar lingkungan, dan mengurangi konsumsi yang menimbulkan sampah. “Salah satunya adalah sampah dari botol-botol plastik,” ujarnya.
Selain mengurangi sampah plastik, program ini juga mendorong pegawai mengadopsi kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini, budaya sadar lingkungan diharapkan tertanam secara berkelanjutan di seluruh satuan kerja Kemendikdasmen.
Penerapan green meeting juga menjadi contoh nyata implementasi arahan Presiden untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis kementerian dalam mendukung program ASRI secara menyeluruh.
Green Time untuk Murid sebagai Solusi Mengurangi Screen Time
Sebelumnya, Menko PMK Pratikno mengajak satuan pendidikan memperkuat pendidikan karakter terkait perubahan iklim dengan mengenalkan budaya green time pada murid. Tujuannya adalah mengurangi screen time yang seringkali mencapai sembilan jam sehari.
“Kita berkepentingan agar anak mulai bergeser dari screen time ke green time, dari melihat layar menjadi melihat realitas kehidupan yang sebenarnya. Menjadi aktivitas yang mengeksplorasi kondisi lingkungan sekitar," kata Pratikno.
Disrupsi akibat perubahan iklim membawa dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, hingga politik. Pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi perlu ditanamkan sejak dini agar anak memiliki bekal menghadapi tantangan di masa depan.
Implementasi Green Time di Sekolah
Satuan pendidikan dapat mengubah aktivitas murid menjadi lebih banyak mempelajari lingkungan sekitar. Salah satunya melalui aktivitas memilah sampah atau menghabiskan bekal makanan masing-masing untuk mengurangi limbah.
Budaya green time ini juga berfungsi sebagai media pembelajaran praktis terkait lingkungan. Dengan pengalaman langsung, murid diharapkan lebih peduli terhadap dampak perilaku sehari-hari terhadap lingkungan sekitar.
Sekolah berperan sebagai orkestrator dalam membangun SDM unggul dan tangguh. “Kami ingin mengajak Bapak-Ibu Kepala Dinas, Kepala Sekolah menjadi orkestrator untuk membangun SDM unggul, mengajak semua pihak untuk bergabung, membuat sekolah sebagai media pembelajaran SDM unggul dan tangguh, sehat fisik, sehat mental, sehat sosial mampu menghadapi disrupsi perubahan iklim,” ujar Pratikno.
Kolaborasi Seluruh Pihak untuk Mendukung Gerakan Indonesia ASRI
Gerakan green meeting dan green time di Kemendikdasmen menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak. Kepala sekolah, guru, pegawai, dan murid diminta aktif berpartisipasi dalam praktik ramah lingkungan.
Dengan dukungan penuh dari semua pihak, implementasi gerakan ASRI di lingkungan pendidikan dapat berjalan lebih efektif. Inisiatif ini tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah plastik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Budaya sadar lingkungan melalui green meeting dan green time juga diharapkan menular ke masyarakat luas. Anak-anak yang terbiasa dengan green time dapat membawa pesan keberlanjutan ini ke keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Melalui program ini, Kemendikdasmen menunjukkan komitmen nyata terhadap pendidikan karakter dan keberlanjutan lingkungan. Dengan langkah-langkah sederhana seperti mengurangi botol plastik dan memperkenalkan green time, kementerian menggabungkan praktik ramah lingkungan dengan pembelajaran yang holistik.
Program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang aman, sehat, resik, dan indah. Kebijakan green meeting dan green time menjadi strategi konkrit untuk membentuk budaya peduli lingkungan dari tingkat satuan kerja hingga murid di sekolah.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mobil Listrik China Makin Populer Dan Diminati Kalangan Generasi Muda Indonesia
- Selasa, 10 Februari 2026
Farizon Menawarkan Mobil Listrik Niaga Sebagai Solusi Logistik Modern Ramah Lingkungan
- Selasa, 10 Februari 2026
Evolusi Kecerdasan Otomotif Mengubah Total Pengalaman Berkendara Di Era Modern 2026
- Selasa, 10 Februari 2026
Era Baru Otomotif Mobil Lebih Pintar Pengemudi Lebih Aman Dan Efisien
- Selasa, 10 Februari 2026
Berita Lainnya
Farizon Menawarkan Mobil Listrik Niaga Sebagai Solusi Logistik Modern Ramah Lingkungan
- Selasa, 10 Februari 2026
Evolusi Kecerdasan Otomotif Mengubah Total Pengalaman Berkendara Di Era Modern 2026
- Selasa, 10 Februari 2026
Era Baru Otomotif Mobil Lebih Pintar Pengemudi Lebih Aman Dan Efisien
- Selasa, 10 Februari 2026








