Bank Indonesia Catat Penjualan Eceran Desember 2025 Tumbuh Stabil 3,1 Persen
- Selasa, 10 Februari 2026
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan eceran tumbuh 3,1% secara bulanan (month to month/MtM) pada Desember 2025. Angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 1,5% MtM.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa peningkatan tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR). Indeks tersebut menunjukkan mayoritas kelompok barang mengalami kenaikan, terutama Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar 15,9% MtM.
Kelompok Suku Cadang dan Aksesori naik 6,2% MtM, Barang Budaya dan Rekreasi meningkat 5,1% MtM, sementara Makanan, Minuman, dan Tembakau tumbuh 2,7% MtM. Denny menambahkan bahwa pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
Baca JugaKinerja Solid dan Impresif: BSI Berhasil Meraup Laba Rp7,57 Triliun Sepanjang Tahun 2025
Pertumbuhan Tahunan Penjualan Eceran
Secara tahunan, penjualan eceran Desember 2025 mengalami pertumbuhan 3,5% (year on year/YoY). Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 6,3% YoY.
Berdasarkan kelompoknya, kenaikan terjadi terutama pada Suku Cadang dan Aksesori sebesar 14,8% YoY. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau tumbuh 5,9% YoY, sedangkan Barang Budaya dan Rekreasi meningkat 5,2% YoY.
Proyeksi Penjualan Eceran Januari 2026
BI memproyeksikan penjualan eceran pada Januari 2026 akan meningkat dibandingkan Desember 2025. Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diperkirakan tumbuh 7,9% YoY, lebih tinggi dibandingkan realisasi 3,5% YoY bulan sebelumnya.
Denny menjelaskan pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta subkelompok Sandang. Meskipun begitu, secara bulanan, penjualan eceran diperkirakan terkontraksi 0,6% akibat normalisasi konsumsi setelah Natal dan Tahun Baru.
Kontraksi bulanan ini lebih rendah dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 4,7% MtM. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat relatif stabil meski periode liburan telah usai.
Tekanan Inflasi dan Ekspektasi Harga
Dari sisi harga, BI memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat dalam tiga bulan ke depan, yakni pada Maret 2026. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Maret 2026 yang diproyeksikan sebesar 175,7, lebih tinggi dibandingkan 168,6 pada periode sebelumnya.
Selain itu, tekanan inflasi juga diperkirakan meningkat dalam enam bulan mendatang, atau Juni 2026. IEH Juni 2026 tercatat sebesar 156,3, naik dari periode sebelumnya 154,5, yang didorong oleh ekspektasi kenaikan harga saat HBKN Idulfitri 1447 H, ujar Denny.
Faktor Pendukung dan Prospek Pasar Eceran 2026
Peningkatan penjualan eceran Desember 2025 menunjukkan bahwa permintaan masyarakat masih kuat meski ada normalisasi konsumsi pasca liburan. Kelompok produk yang tumbuh signifikan mencerminkan perubahan pola konsumsi, terutama barang teknologi, suku cadang kendaraan, dan hiburan.
BI memproyeksikan bahwa tren positif ini akan berlanjut sepanjang 2026. Faktor pendorong utama adalah permintaan masyarakat yang stabil, perayaan hari besar keagamaan, dan pemulihan ekonomi yang terus berlangsung.
Pertumbuhan penjualan eceran diharapkan dapat memperkuat keyakinan pelaku usaha dan konsumen dalam menghadapi tantangan inflasi. Dengan data IPR dan IEH, BI terus memantau arah konsumsi serta pola harga guna menjaga stabilitas ekonomi secara keseluruhan.
Penjualan Eceran Indonesia Tumbuh Stabil dan Prospek Positif 2026
Penjualan eceran yang tumbuh 3,1% MtM pada Desember 2025 menandai momentum pemulihan konsumsi masyarakat. Prospek positif Januari 2026 dan ekspektasi inflasi yang terkendali menunjukkan pasar ritel masih menjanjikan bagi pelaku usaha dan investor.
Kelompok produk kunci seperti Peralatan Informasi dan Komunikasi, Suku Cadang dan Aksesori, serta Barang Budaya dan Rekreasi akan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan. Dukungan permintaan masyarakat dan perayaan hari besar menjadi faktor penting dalam menjaga dinamika pasar eceran tetap stabil.
Pemantauan berkala BI melalui IPR dan IEH memungkinkan pihak berwenang menyesuaikan kebijakan untuk menjaga keseimbangan antara konsumsi, harga, dan inflasi. Dengan demikian, pertumbuhan penjualan eceran tetap menjadi indikator kunci kesehatan ekonomi domestik.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mobil Listrik China Makin Populer Dan Diminati Kalangan Generasi Muda Indonesia
- Selasa, 10 Februari 2026
Farizon Menawarkan Mobil Listrik Niaga Sebagai Solusi Logistik Modern Ramah Lingkungan
- Selasa, 10 Februari 2026
Evolusi Kecerdasan Otomotif Mengubah Total Pengalaman Berkendara Di Era Modern 2026
- Selasa, 10 Februari 2026
Era Baru Otomotif Mobil Lebih Pintar Pengemudi Lebih Aman Dan Efisien
- Selasa, 10 Februari 2026
Berita Lainnya
Farizon Menawarkan Mobil Listrik Niaga Sebagai Solusi Logistik Modern Ramah Lingkungan
- Selasa, 10 Februari 2026
Evolusi Kecerdasan Otomotif Mengubah Total Pengalaman Berkendara Di Era Modern 2026
- Selasa, 10 Februari 2026
Era Baru Otomotif Mobil Lebih Pintar Pengemudi Lebih Aman Dan Efisien
- Selasa, 10 Februari 2026








